Monday, July 29, 2013

Keajaiban 10 Malam Terakhir Ramadhan

 
Ramadhan memang bulan istimewa. Bulan penuh makna, hikmah dan “keajaiban”. Semua itu tidak terdapat pada bulan yang lain. Sehingga ramadhan diberi julukan sebagai sayyidus syuhur atau penghulunya bulan. Tidak heran, karena di dalam bulan suci itu terkandung kedalaman makna spiritual maupun sosial. Sebuah makna yang menyatukan antara aspek lahiriyah dan bathiniyah, spiritual dan material, serta aspek duniawi dan ukhrawi. Sehingga segala aktifitas di dalamnya memiliki keistimewaan tersendiri dibanding dengan bulan-bulan selainnya. Wajar kalau Rasulullah saw., para sahabat, dan orang-orang saleh terdahulu senantiasa menjadikan ramadhan sebagai momen untuk ‘mengeruk’ sebanyak-banyaknya keuntungan pahala dengan semakin meningkatkan kualitas maupun kuantitas ibadah. Apalagi pada 10 malam terakhir, Rasulullah saw. yang kemudian diikuti oleh para sahabat lebih menggiatkan lagi ibadahnya. Aisyah ra. mengatakan:
« كَانَ رسولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – يَجْتَهِدُ في رَمَضَانَ مَا لاَ يَجْتَهِدُ في غَيْرِهِ ، وَفِي العَشْرِ الأوَاخِرِ مِنْهُ مَا لا يَجْتَهِدُ في غَيْرِهِ ».
Rasulullah saw. sangat giat beribadah di bulan ramadhan melebihi ibadahnya di bulan yang lain, dan pada sepuluh malam terakhirnya beliau lebih giat lagi melebihi hari lainnya. (HR. Muslim)
Keajaiban-keajaiban yang terdapat pada 10 malam terakhir bulan ramadhan telah banyak disebutkan di dalam al-Qur’an maupun Sunnah. Diantaranya, pertama; terjadinya lailatul qadr yang merupakan malam di turunkannya al-Qur’an dan dicatatnya di lauhul mahfudz seluruh perkara yang akan terjadi di muka bumi pada tahun tersebut. Rasulullah saw. mewanti-wanti agar umatnya memperhatikan lailatul qadr pada 10 malam terakhir. Beliau bersabda:
 « تَحَرَّوْا لَيْلَةَ القَدْرِ في الوَتْرِ مِنَ العَشْرِ الأوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ ».
Carilah lailatul qadr pada tanggal ganjil di sepuluh malam terakhir bulan ramadhan. (HR. Bukhori)
Kedua; orang yang beribadah shalat pada malam lailatul qadr maka dosanya yang telah lalu akan diampuni. “Dan barangsiapa yang berdiri (shalat sunat) pada malam lailatul qadr dengan penuh keimanan dan mengharap ridha Allah maka Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Ibnu Abi Dunya dalam Fadhail Ramadhan)
Ketiga; segala kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Apalagi jika bertepatan dengan lailatul qadr maka satu amalan kebaikan pahalanya lebih baik dari amalan kebaikan yang dilakukan selama seribu bulan atau sekitar 83 tahun. Allah swt. berfirman:
“malam kemuliaan (lailatul qadr) itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr: 3)
Sayyid Thanthawi dalam Al-Wasith menjelaskan, lailatul qadr lebih utama dari seribu bulan karena pada saat itu diturunkan al-Qur’an yang memberi petunjuk ke jalan yang lurus dan mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, dan karena ibadah pada malam itu lebih banyak pahalanya dan lebih besar  keutamaannya dari ibadah berbulan-bulan tanpa lailatul qadr.
Keempat: Allah tidak mentaqdirkan selain keselamatan pada malam lailatul qadr itu. Dimana hal ini tidak terjadi pada malam-malam lainnya yang terdapat keselamatan dan bencana. Pada malam itu pula para malaikat menyampaikan ucapan selamat kepada orang-orang beriman sampai terbitnya fajar. Penjelasan tersebut disampaikan An-Nasafi dalam Madarikut Tanzil wa Haqaiqut Ta’wil dan Az Zamakhsyari dalam Al Kasysyaf, ketika keduanya menafsirkan ayat ke 5 dari surat al Qadr.
Dan masih banyak lagi keajaiban-keajaiban lainnya yang menegaskan keutamaan dan kelebihan bulan ramadhan khususnya pada 10 malam terakhir. Semua itu tentu akan semakin mengokohkan keimanan seorang mukmin dan lebih mendekatkan dirinya dengan Allah swt. karena berbagai ayat tersebut tentu sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan kemahahebatan dan keagungan-Nya. Dan bahwa Allah swt. sangat mencintai dan menyayangi hamba-Nya sehingga Dia sediakan satu bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang utama yang bisa dijadikan kesempatan oleh hamba-hamba-Nya untuk menambah pundi-pundi pahala untuk bekal hidup kelak di akhirat.

Menggapai Keajaiban
Berbagai kegiatan ibadah bisa dilakukan untuk mengisi ramadhan terutama pada sepuluh malam terakhir bulan suci itu. Dengan kegiatan itu kita akan menggapai keajaiban-keajaiban yang ada di dalamnya. Dan kita akan meraihnya secara penuh jika ada kesungguhan untuk melaksanakannya. Rasulullah saw. dan para sahabat ra. telah mencontohkan aktifitas ibadah yang penting dilakukan pada saat malam-malam tersebut diantaranya adalah:
  1. I’tikaf. Yaitu diam di masjid dengan niat yang khusus dan disertai ibadah. Imam Nawawi dalam kitab An-Nihayah mengartikan i’tikaf sebagai menetapi sesuatu dan menempatinya. Maka orang yang menetap di masjid dengan melaksanakan ibadah di dalamnya disebut orang yang beri’tikaf. Rasulullah saw. biasa melakukan i’tikaf pada 10 hari terakhir ramadhan. Ibnu Umar ra. Berkata:
« كَانَ رسولُ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – يَعْتَكِفُ   العَشْرَ الأوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ »
Rasulullah saw. beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan ramadhan. (HR. Mutafaq ‘alaih)

  1. Memperbanyak bersedekah. Ibnu Abas ra. berkata:
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ، صَلىَّ الله عليه وسلم، أَجْوَدَ النَّاسِ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا َيكوُنْ ُفِيْ رَمَضَانَ حِيْنَ يَلْقَاهُ جِبْرِيْلُ.
Rasulullah saw. adalah orang yang sangat dermawan kepada siapapun, dan pada bulan ramadhan beliau lebih dermawan lagi saat Jibril menemui beliau. (HR. Mutafaq ‘alaih)

  1. Memperbanyak membaca al-Qur’an. Karena pahala membacanya akan dilipatgandakan melebihi pahala pada bulan selain ramadhan. Selain itu bulan ramadhan adalah bulan dimana al-Qur’an diturunkan pertama kali. Oleh karenanya para ulama terdahulu lebih banyak mengkhatamkan al-Qur’an dibulan ramadhan. Imam Syafi’i biasa mengkhatamkannya sebanyak 60 kali pada bulan ramadhan lebih banyak dari bulan lainya yang hanya satu kali dalam sehari semalam. Malaikat Jibril senantiasa mendatangi Rasulullah saw. pada bulan ramadhan untuk membacakan al- Qur’an kepada beliau. Ibnu Abas berkata: Jibril menemui Rasulullah saw. pada setiap malam dibulan ramadhan kemudian ia membacakan Qur’an kepada beliau saw. (HR. Mutafaq ‘alaih)
  1. Melakukan ibadah umrah. Rasulullah saw. bersabda: “Umrahlah kamu pada bulan ramadhan, karena umrah pada bulan ramadhan sebanding dengan melaksanakan ibadah haji” (HR. An-Nasai)

  1. Memperbanyak berdo’a. Dari Aisyah ra. ia berkata kepada Rasulullah saw. Ya Rasulullah, bagaimana jika suatu malam aku mengetahui bahwa itu malam lailatul qadar, apa yang harus aku baca? Beliau bersabda, bacalah;
« اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنّي »
Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaf, Engkau menyukai permintaan maaf maka ampunilah aku. (HR. Tirmidzi)

  1. Memperbanyak shalat sunnah.
« مَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إيمَاناً وَاحْتِسَاباً غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ »
Barangsiapa yang bangun (untuk shalat) pada malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Mutafaq ‘alaih)

Meraih Cinta Allah
Segala amal nafilah atau ibadah sunnah yang kita lakukan dengan penuh ketulusan akan mendekatkan kita dengan Allah swt. dengan itu kita akan mendapatkan cinta-Nya. Cinta Allah kepada seorang hamba adalah anugrah yang tidak terhingga. Karena ia akan menjadi orang yang paling diperhatikan Allah. Ia pun akan senantiasa diliputi kasih dan sayang-Nya yang akan mendatangkan kepada kebahagiaan yang tiada bandingannya. Allah akan selalu membimbing setiap langkahnya sehingga ia tidak akan terpeleset ke jurang kenistaan. Seluruh tubuhnya akan terjaga, karena Allah akan mengendalikannya. Dalam sebuah hadis qudsi yang diriwayatkan Abu Hurairah, Allah swt. berfirman:

« وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقرَّبُ إلَيَّ بالنَّوافِلِ حَتَّى أحِبَّهُ ، فَإذَا أَحبَبتُهُ كُنْتُ سَمعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشي بِهَا ، وَإنْ سَأَلَني أعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ »
Dan tidak henti-hentinya hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan ibadah sunnah sampai Aku mencintainya. Jika Aku mencintainya maka Aku adalah pendengarannya yang ia mendengar dengannya, dan penglihatannya yang ia melihat dengannya, dan tangannya yang ia memegang dengannya, dan kakinya yang ia melangkah dengannya. Jika ia meminta kepada-Ku maka Aku akan memberinya dan jika meminta perlindungan kepada-Ku maka Aku akan memberi perlindungan kepadanya. (HR. Bukhori)

Jika kita sudah tahu kehebatan sepuluh malam terakhir dan keutamaan yang ada di dalamnya maka apalagi yang membuat kita tidak tergerak untuk  bersungguh-sungguh mendapatkannya? Masihkah kebiasaan berdesak-desakan di pasar dan pusat-pusat perbelanjaan akan terus kita lakukan? Padahal ada kegiatan yang seharusnya diprioritaskan dari hanya sekedar mempersiapkan hari raya dengan pakaian yang serba baru dan makanan yang beraneka ragam. Sementara ladang pahala yang lewat di hadapan kita dibiarkan berlalu tanpa perhatian. Mungkin kesempatan ini hanya tinggal sekarang diberikan Allah kepada kita. Kita tidak tahu apakah tahun depan kita masih bisa bertemu kembali dengan ramadhan? Semoga Allah memberi kekuatan kepada kita untuk meraih cinta-Nya. Amin

Oleh: Adam Cholil Al Bantani (Penulis Buku Dahsyatnya Puasa Nabi Daud)

Thursday, July 11, 2013

Khutbah Rasulullah Tentang Dajjal

Dari Abi Umamah Al-Bahiliy, beliau berkata: “Rasululah s.a.w telah berkhutbah di hadapan kami. Dalam khutbahnya itu Baginda banyak menyentuh masalah Dajjal“
Baginda telah bersabda: “Sesungguhnya tidak ada fitnah (kerosakan) di muka bumi yang paling hebat selain daripada fitnah yang dibawa oleh Dajjal. Setiap Nabi yang diutus oleh Allah SWT ada mengingatkan kaumnya tentang Dajjal.
Aku adalah nabi yang terakhir sedangkan kamu adalah umat yang terakhir Dajjal itu tidak mustahil datang pada generasi (angkatan) kamu. Seandainya dia datang sedangkan aku masih ada di tengah-tengah kamu, maka aku adalah sebagai pembela bagi setiap mukmin. Kalau dia datang sesudah kematianku, maka setiap orang menjaga dirinya.
Dan sebenarnya Allah SWT akan menjaga orang-orang mukmin”.
“Dajjal itu akan datang nanti dari satu tempat antara Syam dan Iraq. Dan mempengaruhi manusia dengan begitu cepat sekali. Wahai hamba Allah, wahai manusia, tetaplah kamu.
Di sini akan saya terangkan kepada kamu ciri-ciri Dajjal, yang belum diterangkan oleh nabi-nabi sebelumku kepada umatnya.?” Pada mulanya nanti Dajjal itu mengaku dirinya sebagai nabi. Ingatlah, tidak ada lagi nabi sesudah aku.
Setelah itu nanti dia mengaku sebagai Tuhan. Ingatlah bahawa Tuhan yang benar tidak mungkin kamu lihat sebelum kamu mati. Dajjal itu cacat matanya sedangkan Allah SWT tidak cacat, bahkan tidak sama dengan baharu.
Dan juga di antara dua mata Dajjal itu tertulis KAFIR, yang dapat dibaca oleh setiap mukmin yang pandai membaca atau buta huruf.
“Di antara fitnah Dajjal itu juga dia membawa syurga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya syurganya sedangkan syurganya itu neraka, yakni panas.
Sesiapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia membaca pangkal surah Al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk.
“Di antara tipu dayanya itu juga dia berkata kepada orang Arab: “Seandainya aku sanggup menghidupkan ayah atau ibumu yang sudah lama meninggal dunia itu, apakah engkau mengaku aku sebagai Tuhanmu?”
Orang Arab itu akan berkata: “Tentu.” Maka syaitan pun datang menyamar seperti ayah atau ibunya. Rupanya sama, sifat-sifatnya sama dan suaranya pun sama.
Ibu bapanya berkata kepadanya: “Wahai anakku, ikutilah dia, sesungguhnya dialah Tuhanmu.”
Di antara tipu dayanya juga dia tipu seseorang, yakni dia bunuh dan dia belah dua. Setelah itu dia katakan kepada orang ramai: “Lihatlah apa yang akan kulakukan terhadap hambaku ini, sekarang akan ku hidupkan dia semula.
Dengan izin Allah orang mati tadi hidup semula. Kemudian Laknatullah Alaih itu bertanya: “Siapa Tuhanmu?” Orang yang dia bunuh itu, yang kebetulan orang beriman, menjawab: “Tuhanku adalah Allah, sedangkan engkau adalah musuh Allah.” Orang itu bererti lulus dalam ujian Allah dan dia termasuk orang yang paling tinggi darjatnya di syurga.”
Kata Rasulullah s.a.w lagi: “Di antara tipu dayanya juga dia suruh langit supaya menurunkan hujan tiba-tiba hujan pun turun. Dia suruh bumi supaya mengeluarkan tumbuh-tumbuhannya tiba-tiba tumbuh.
Dan termasuk ujian yang paling berat bagi manusia, Dajjal itu datang ke perkampungan orang-orang baik dan mereka tidak mengakunya sebagai Tuhan, maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman dan ternakan mereka tidak menjadi.
“Dajjal itu datang ke tempat orang-orang yang percaya kepadanya dan penduduk kampung itu mengakunya sebagai Tuhan. Disebabkan yang demikian hujan turun di tempat mereka dan tanam-tanaman mereka pun menjadi. “Tidak ada kampung atau daerah di dunia ini yang tidak didatangi Dajjal kecuali Makkah dan Madinah.
Kedua-dua kota itu tidak dapat ditembusi oleh Dajjal kerana dikawal oleh Malaikat. Dia hanya berani menginjak pinggiran Makkah dan Madinah. Namun demikian ketika Dajjal datang ke pergunungan di luar kota Madinah, kota Madinah bergoncang seperti gempa bumi..
Ketika itu orang-orang munafik kepanasan seperti cacing dan tidak tahan lagi tinggal di Madinah. Mereka keluar dan pergi bergabung dengan orang-orang yang sudah menjadi pengikut Dajjal. Inilah yang dikatakan hari pembersihan kota Madinah.
Dalam hadis yang lain, “di antara fitnah atau tipu daya yang dibawanya itu,Dajjal itu lalu di satu tempat kemudian mereka mendustakannya (tidak beriman kepadanya), maka disebabkan yang demikian itu tanam-tanaman mereka tidak menjadi dan hujan pun tidak turun di daerah mereka.
Kemudian dia lalu di satu tempat mengajak mereka supaya beriman kepadanya. Mereka pun beriman kepadanya. Maka disebabkan yang demikian itu Dajjal menyuruh langit supaya menurunkan hujannya dan menyuruh bumi supaya menumbuhkan tumbuh-tumbuhannya. Maka mereka mudah mendapatkan air dan tanam-tanaman mereka subur.”
Dari Anas bin Malik, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Menjelang turunnya Dajjal ada tahun-tahun tipu daya, iaitu tahun orang-orang pendusta dipercayai orang dan orang jujur tidak dipercayai. Orang yang tidak amanah dipercayai dan orang amanah tidak dipercayai.”
Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w ada bersabda: “Bumi yang paling baik adalah Madinah. Pada waktu datangnya Dajjal nanti ia dikawal oleh malaikat. Dajjal tidak sanggup memasuki Madinah.
Pada waktu datangnya Dajjal (di luar Madinah), kota Madinah bergegar tiga kali. Orang-orang munafik yang ada di Madinah (lelaki atau perempuan) bagaikan cacing kepanasan kemudian mereka keluar meninggalkan Madinah.
Kaum wanita adalah yang paling banyak lari ketika itu. Itulah yang dikatakan hari pembersihan. Madinah membersihkan kotorannya seperti tukang besi membersihkan karat-karat besi.”
Diriwayatkan oleh Ahmad, hadis yang diterima dari Aisyah r.a. mengatakan:” Pernah satu hari Rasulullah s.a.w masuk ke rumahku ketika aku sedang menangis. Melihat saya menangis beliau bertanya: “Mengapa menangis?” Saya menjawab:
“Ya Rasulullah, engkau telah menceritakan Dajjal, maka saya takut mendengarnya. ” Rasulullah s.a.w berkata: “Seandainya Dajjal datang pada waktu aku masih hidup, maka aku akan menjaga kamu dari gangguannya. Kalau dia datang setelah kematianku, maka Tuhan kamu tidak buta dan cacat.”
Dari Jabir bin Abdullah, katanya Rasulullah s.a.w bersabda: “Dajjal muncul pada waktu orang tidak berpegang kepada agama dan jahil tentang agama.
Pada zaman Dajjal ada empat puluh hari, yang mana satu hari terasa bagaikan setahun, ada satu hari yang terasa bagaikan sebulan, ada satu hari yang terasa satu minggu, kemudian hari-hari berikutnya seperti hari biasa.”
Ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, tentang hari yang terasa satu tahun itu, apakah boleh kami solat lima waktu juga?”
Rasulullah s.a.w menjawab: “Ukurlah berapa jarak solat yang lima waktu itu.” Menurut riwayat Dajjal itu nanti akan berkata: “Akulah Tuhan sekalian alam, dan matahari ini berjalan dengan izinku. Apakah kamu bermaksud menahannya?”
Katanya sambil ditahannya matahari itu, sehingga satu hari lamanya menjadi satu minggu atau satu bulan.
Setelah dia tunjukkan kehebatannya menahan matahari itu, dia berkata kepada manusia:”Sekarang apakah kamu ingin supaya matahari itu berjalan?” Mereka semua menjawab:”Ya, kami ingin.” Maka dia tunjukkan lagi kehebatannya dengan menjadikan satu hari begitu cepat berjalan.
Menurut riwayat Muslim, Rasulullah s.a.w bersabda: “Akan keluarlah Dajjal kepada umatku dan dia akan hidup di tengah-tengah mereka selama empat puluh.
Saya sendiri pun tidak pasti apakah empat puluh hari, empat puluh bulan atau empat puluh tahun. Kemudian Allah SWT mengutus Isa bin Maryam yang rupanya seolah-olah Urwah bin Mas’ud dan kemudian membunuh Dajjal itu.”
Semoga Kita terhindar daripada fitnah Dajjal.
Semoga bermanfaat dan kredit kepada penulis

Tuesday, July 9, 2013

Selamat Menyambut Ramadhan Al Mubarak

Hanya tinggal besok saja lagi sebelum tetamu Allah yang dinanti-nanti datang menjengah.

11 bulan yang sudah kita lalui akhirnya Allah mempertemukan kita dengan Ramadhannya kembali. Insya’allah, mudah-mudahan kita sama-sama dipanjangkan umur bertemu dengan Ramadhan ini.

Persoalannya, sudah cukupkah persiapan kita menghadapi bulan ini?

Bagaimana dengan qiyam? Dah practise bangun malam?

Bacaan quran dah improve ke belum?

Juzu' amma? Dah berapa surah yang dihafal?

Solat-solat sunat? Sunat Dhuha? Sunat Rawwatib? Sunat Wudhuk?

Istighfar dan selawat dah practise?

Mungkin ada yang sedang dalam proses mempertingkatkan ibadah masing-masing, dan mungkin ada juga yang baru tersedar Ramadhan ini perlukan latihan dan stamina. Betul. Tak kan nak tunggu hari pertama ramadhan baru nak start semua?

Usahalah untuk menambah amal ibadah kita sebelum tibanya Ramadhan.

Sungguh Ramadhan ini benar-benar memerlukan kekuatan, memerlukan stamina, memerlukan mujahadah yang sangat besar. Untuk kita terus menerus mengisi 30 hari dalam sebulan itu. Yang mempunyai hanya 4 minggu, 30 hari, dan 720 jam itu dengan segala kebaikan bagi menggapai keredhaanNya. Dan yang paling utama untuk mendapat piala ‘takwa’.
 
Sama-samalah kita membina stamina supaya kala Ramadhan tiba kita bersedia untuk memecut dan memaksimumkan setiap amalan kita.. Insya’Allah...
Allahumma Balighna ya ramadhan.

“ Ya ALLAH, sampaikan kepada aku dengan Ramadan "
 
Selamat menyambut Ramadhan Al Mubarak pada semua member-member dan riders-riders yang mengenali diri ini...Hayatilah Ramadhan ini dengan sepenuh hati kita kerana sesungguhnya bulan ini penuh dengan nikmat dan rahmat dari Tuhan...
 
Sabda Rasulullah saw:

"Barangsiapa yang mendirikan Ramadhan dengan penuh keimanan nescaya diampunkan segala dosa-dosanya yang lalu."

SELAMAT MENJALANI IBADAH BERPUASA.(Nizam,Dila,Arief,Aizad,Fariesha,Farah)

Wasalam

Monday, June 10, 2013

Adakah Daging Kambing Penyebab Darah Tinggi Dan Penyakit Jantung


ENTAH mengapa ramai kalangan kita memilih menolak sajian daging kambing yang sering dipersalahkan sebagai penyebab masalah kolestrol dan darah tinggi yang kemudian dikatakan membawa kepada penyakit jantung.

Sedangkan pada masa kini, kambing menyediakan 63 peratus daripada bahan daging yang dimakan di seluruh dunia. Daging kambing juga menjadi sumber protein utama di kebanyakan negara Arab dan Afrika Utara, selain pemakanan penting di rantau Asia Tenggara, kepulauan Caribbean dan kawasan tropika yang lain.

Di Barat pula, daging kambing semakin mendapat publisiti meluas sebagai sumber protein yang lebih menyihatkan berbanding daging lemb, Malah, terdapat kajian mendapati daging haiwan kambing lebih sesuai dimakan oleh penghidap masalah berkaitan jantung.

Kumpulan penyelidik Sistem Kerjasama Pendidikan Lanjutan Alabama (Alabama Cooperative Extension System-ACES) daripada Universiti Alabama dan Universiti Auburn, misalnya mengadakan program pendidikan awam yang mempromosi daging kambing sebagai makanan yang lebih sihat.
Kajian yang dijalankan ACES berkenaan khasiat daging kambing matang berbanding lembu, kambing muda, bebiri, khinzir dan ayam mendapati bahawa daging kambing adalah lebih pejal dan mengandungi komposisi khasiat yang lebih baik.

Kesimpulan utama yang mereka dapati ialah kambing mengandungi paras kolestrol dan lemak tepu yang jauh lebih rendah berbanding daging lain, menjadikan ia sebagai pilihan makanan alternatif daging merah terbaik.

Kajian klinikal oleh Universiti Harvard pula, mengesahkan bahawa lemak tepu adalah lemak tidak sihat yang meningkatkan risiko pelbagai penyakit kardiovaskular, sedangkan lemak tidak tepu bagus untuk membantu membaiki paras kolestrol, melegakan keradangan, menstabilkan rentak jantung dan banyak lagi kebaikan yang lain.




Mereka mendapati bahawa lemak tepu menyebabkan paras kolestrol tidak baik meningkat dalam darah sedangkan lemak tidak tepu pula membantu mengurang keburukan itu dengan menaikkan paras kolestrol baik.

Keburukan utama kolestrol tidak baik dalam darah ialah kemampuannya untuk melekat di dinding salur arteri dan menyebabkan plak yang menjadikan ruang salur darah sempit atau tersekat, yang seterusnya menyebabkan serangan jantung atau strok.

Lantas penemuan itu mengukuhkan lagi keyakinan ACES bahawa daging kambing boleh membantu mengurangkan paras kolestrol dalam darah, mengurangkan risiko atherosklerosis dan penyakit jantung menjadikannya sesuai dimasukkan ke dalam diet jantung sihat.

Sebagai galakan pemakanan daging kambing, ACES menggaris dua peraturan asas menyediakan masakan berasaskan kambing.

"Ini termasuk gunakan suhu rendah kerana suhu yang terlalu panas akan menyebabkan daging kambing cepat liat. Peraturan kedua pula ialah memasak daging dalam kelembapan seperti peraman (marinade) basah sebelum dimasak ataupun masakan berkuah seperti kari atau stew," lapor mereka.
Semua kelebihan daging kambing daripada segi kesihatan itu diakui oleh penyelidik dari Jabatan Pertanian Universiti Babcock, Nigeria.

Malah, kumpulan penyelidik itu menekankan pentingnya nilai nutrisi kambing dalam aspek pengurusan kesihatan manusia sebagaimana yang dilaporkan menerusi artikel mereka yang diterbitkan dalam Jurnal Pertanian dan Kajihayat Amerika Utara.

Antara lain, artikel itu menyebut bahawa di Okinawa Jepun misalnya, ibu hamil dan yang baru bersalin digalakkan memakan daging kambing untuk menguatkan fizikal dan mengatasi keletihan.

Artikel tersebut juga membincangkan betapa pentingnya susu kambing yang mempunyai komposisi yang lebih unik iaitu globular lemak lebih kecil dan mudah dihadam berbanding susu lembu.

"Ciri ini membolehkan susu kambing digunakan untuk merawat masalah alergi pada susu lembu, menjadikannya susu alternatif terbaik dan sangat penting kepada bayi, orang dewasa dan juga ibu yang menyusukan bayi," tambah laporan itu.

Selain itu, mereka mendapati kandungan zat mineral susu kambing adalah lebih tinggi berbanding mamalia.
lain menjadikannya amat berguna untuk merawat penyakit anemia yang diakibatkan oleh kekurangan zat besi dan penyakit tulang rapuh selain dilaporkan berguna dalam rawatan kencing manis.

Artikel itu menjelaskan tentang kebaikan susu kambing untuk kesihatan kulit, khususnya untuk membantu merawat penderita masalah seperti psoriasis, ekzema atau jerawat.

"Pakar dermatologi biasanya menggalakkan pesakit menggunakan sabun pembersih berpelembab berasaskan susu kambing untuk membantu melegakan kulit kering dan gatal dan seterusnya menyembuhkan penyakit kulit," kata laporan itu.

Memandangkan terdapat banyak bukti saintifik berkaitan khasiat dan kebaikan daging serta susu kambing yang semakin diketahui ramai, maka tidak mustahil permintaan bekalan global akan melonjak naik dalam waktu terdekat.

Malaysia dilihat amat berpotensi untuk muncul sebagai pengeluar kambing bagi memenuhi permintaan itu berdasarkan kesesuaian keadaan iklim negara yang panas dan lembab sepanjang tahun.

Penternakan kambing meskipun dimulai secara kecil-kecilan tetap mampu mencapai kejayaan
 yang tinggi memandangkan kambing matang dengan cepat dan membiak seawal usia lapan bulan.

Lagipun, pemakanan kambing tidak cerewet dan boleh dibiarkan bebas meragut rumput dan tumbuhan renek belukar di kawasan kampung selain najisnya yang lebih kecil dan tidak sebusuk najis lembu.

Walaupun satu ketika dulu, penternakan kambing di Malaysia lebih sinonim dengan kaum India yang memang gemarkan sajian kambing terutamanya masalla, trend itu mula berubah kebelakangan ini.

Kini, semakin ramai pengusaha muda Melayu termasuk lepasan ijazah yang menjadikan kambing sebagai sumber rezeki khususnya bagi memenuhi permintaan untuk majlis akikah dan korban Hari Raya Aidiladha.

Tuesday, May 21, 2013

Misteri Langit

DALAM kesedaran keagamaan umat Islam, langit adalah suci kerana difahamkan sebagai tempat asal turunnya wahyu Tuhan. Kesucian langit juga jelas daripada pemahaman bahawa Allah SWT berada di atas langit.

Dalam sebuah riwayat diterangkan bahawa Nabi Muhammad SAW membenarkan pendapat seorang wanita tua yang menyatakan bahawa Allah SWT berada di langit, ditambah kisah Mikraj, iaitu perjalanan ke langit ke tujuh untuk bertemu Allah SWT yang bersemayam di atas arasy, iaitu di atas langit (rujuk al-Ra'd:2, al-Sajdah:4, al-Hadid:4)

Pada hari kiamat, langit akan digulung seperti gulungan kertas. Setelah itu, penciptaan langit akan diulang kembali sebagaimana penciptaan pertamanya. (rujuk al-Anbiya':104).

Tujuh lapis

Di dalam al-Quran terdapat ungkapan tujuh (lapis) langit (rujuk al-Baqarah:29; al-Mulk:3; Nuh:15; al-Naba':12). Pendapat para ulama tentang ertinya berbeza-beza. Para ahli ilmu falak klasik mengatakan bahawa yang dimaksudkan dengan tujuh (lapis) langit ialah tujuh planet dan tujuh lapisan yang mengelilingi bumi.

Ada jug berpendapat bahawa kata tujuh itu adalah bilangan sebenarnya. Planet yang kita saksikan ialah bahagian daripada langit pertama dan di atasnya ada enam lapis lagi.

Bintang ialah hiasan langit bagi yang memandangnya (rujuk al-Hijr:16). Di tempat lain dinyatakan bahawa bintang ialah alat pelempar syaitan (rujuk al-Mulk: 5) yang cuba mencuri dengar berita daripada malaikat (rujuk al-Hijr:17-18). Al-Quran juga menggunakan kata langit dengan maksud lapisan udara yang mengelilingi bumi seperti dalam firman-Nya yang bermaksud: Dan Kami telah menjadikan langit itu sebagai bumbung yang terpelihara. (al-Anbiya': 32)

Hingga kini, langit dan segala isinya masih menjadi misteri dan cabaran besar bagi ilmu pengetahuan. Manusia kemudiannya mencipta teleskop untuk menyelidiki objek di langit.

Singgahsana Allah

Kata arasy banyak disebutkan di dalam al-Quran dan sering dimaksudkan sebagai singgahsana Allah SWT. Singgahsana Allah SWT meliputi langit dan bumi, sebagaimana disebut dalam firman, Tuhan yang menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada di antara keduanya, dalam enam masa, kemudian Ia bersemayam di atas 'Arasy…… (al-Furqan: 59).

Pekara itu juga ada disebut dalam firman: Sesungguhnya Allah jualah yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi dan (ingatlah) Allah adalah Maha Kaya, lagi Maha Terpuji. (al-al-Nisa': 131)

Allah jualah yang menguasai alam langit dan bumi serta segala yang ada padanya; dan Dialah jua yang Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. (al-Maidah:120)

Al-Sama'

Al-Quran memberikan makna langit (Arab: al-sama') dalam erti kata yang luas. Ada kata Langit yang bermakna arah atas yang berdekatan dengan bumi, seperti dalam firman-Nya yang bermaksud: Tidaklah engkau melihat (wahai Muhammad) bagaimana Allah SWT mengemukakan satu perbandingan, iaitu kalimat yang baik adalah sebagai pohin yang baik yang pangkalnya (akar tunjangnya) tetap teguh dan cabangnya (puncak menjulang) ke langit. (Ibrahim: 24)

Kadang-kadang yang dimaksudkan dengan langit ialah kawasan yang jauh dari bumi, seperti dalam firman-Nya yang bermaksud: Dan juga Kami telah menurunkan dari langit air (lautan) yang banyak faedahnya. (Qaf: 9)

Di tempat lain, kata langit digunakan oleh al-Quran untuk menunjukkan planet lain, iaitu dalam firman Allah yang bermaksud: Kemudian Ia menunjukan kehendak- Nya ke arah (bahan- bahan) langit sedang langit itu masih berupa asap. (Fussilat: 11)

Sidratulmuntaha

Nabi Muhammad SAW pernah mengunjungi sidratulmuntaha, tempat paling tinggi di atas langit ke tujuh, yang terletak dekat syurga (rujuk al-Najm: 14-15). Disebabkan sidratulmuntaha berada di tempat tertinggi, maka kunjungan itu disifatkan oleh para ahli tafsir sebagai menandakan bahawa Nabi Muhammad SAW telah sampai pada kebijaksanaan tertinggi yang dikurniakan oleh Allah SWT.

Buraq

Dalam peristiwa Mikraj, Nabi Muhammad SAW menaiki kenderaan seperti tangga yang bergerak naik seperti cahaya, iaitu buraq menembusi langit. Baginda ditemani oleh Malaikat Jibrail untuk menghadap Allah SWT dekat pohon sidaratulmuntaha di atas langit ke tujuh, dekat dengan syurga. Allah SWT merperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW sebahagian daripada tanda kebesaran-Nya. (rujuk al-Najm:18)

Perjalanan menembusi langit itu sukar diterima akal, apalagi Nabi Muhammad SAW melakukannya hanya dalam satu malam. Hal tersebut hanya dapat dijelaskan melalui iman bahawa peristiwa seperti itu terjadi semata-mata kerana kehendak Allah SWT.

Thursday, May 16, 2013

Mengenal Bulan-bulan Islam

Allah SWT berfirman yang bermaksud :

(Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (Zulkaedah, Zulhijjah, Muharram, Rejab). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu dan perangilah kaum Musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahawasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa).
Surah Al-Taubah : 36.

Dua belas bulan yang disebut oleh Allah di dalam ayat di atas telah dihuraikan oleh Rasulullah SAW di dalam sebuah hadith yang telah diceritakan oleh Saidina Abu Bakar as-Siddiq r.a bahawa Rasulullah SAW memberikan khutbah ketika ibadah haji dengan berkata:

Ketahuilah bahawa masa berputar seperti mana hari Allah menciptakan langit dan bumi, setahun ada 12 bulan antaranya empat bulan haram, tiga daripadanya berturutan iaitu Zulkaedah, Zulhijjah, Muharam dan Rejab yang terletak antara Jumada dan Syaaban. (riwayat Imam Ahmad).

Bulan dalam bahasa Arab disebut "Al-Syahru" bermaksud bulan yang merujuk kepada bulan-bulan yang terdapat dalam Islam yang dipanggil bulan-bulan Hijriyah. Tarikh Hijriyah Islam yang pertama adalah bermula ketika Nabi Muhammad SAW serta umat Islam telah sampai dan berhijrah ke Madinah. Nama-nama bulan Arab yang telah diiktiraf sebagai bulan Islam dan telah dirasmikan penggunaannya oleh Saidina Umar al-Khattab r.a adalah seperti berikut :

Muharram
Muharam ertinya diharamkan. Bulan ini merupakan bulan yang termasuk dalam senarai bulan-bulan yang diharamkan berperang.

Safar
Safar adalah bulan ke-2 dalam bulan Islam yang bererti kosong, kerana penduduk Arab ketika itu keluar dari kampung mereka kerana berperang dan mencari makanan sebagai persiapan menghadapi musim panas. Rumah menjadi kosong.

Rabiulawal dan Rabiulakhir

Rabiulawal dan Rabiulakhir ertinya musim bunga iaitu biasanya waktu ini pokok mengeluarkan bunga dan tumbuhan menghijau. Rabiulawal dan Rabiulakhir merupakan bulan Islam yang ke-3 dan ke-4.

Jamadilawal dan Jamadilakhir
Jumadilawal (Jumada al-Awwal) dan Jumadilakhir (jumada al-Akhir) , merupakan bulan ke-5 dan ke-6. Perkataan Jumada bermaksud kemarau di mana bulan ini merupakan musim kemarau yang bermula pada bulan Jamadilawal dan berakhir pada Jamadilakhir.

Rejab
Rejab adalah bulan ke-7 pula bermaksud mengagungkan dan membesarkan. Menurut sejarahnya, bulan Rejab dimuliakan orang Arab dengan menyembelih anak unta pertama dari induknya. Pada bulan ini dilarang berperang dan pintu Ka’bah dibuka.

Syaaban
Syaaban bererti berselerak/ pecahan yang banyak, di mana pada zaman Arab sebelum Islam mereka keluar bertebaran pada bulan ini setelah terpaksa berkurung di rumah ketika bulan Rejab. Pada bulan ini juga, mereka keluar beramai-ramai mencari air dan makanan.

Ramadhan
Ramadhan merupakan bulan ke-9 dalam kalendar Islam. Ia bererti terik atau terbakar, kerana kebiasaannya pada bulan ini, cuaca sangat terik dan panas di Semenanjung Arab. Dan setelah Islam menapak, bulan ini merupakan bulan puasa bagi umat Islam.

Syawal

Syawal pula dinamakan sempena dengan musim di mana unta kekurangan susu pada waktu ini. Syawal dalam bahasa Arab berasal dari kata kerja Tasyawwala yang bermaksud sedikit atau berkurangan. Manakakala setelah kedatangan Islam, Syawal merupakan bulan peningkatan kebajikan setelah melewati masa latihan pengendalian diri selama sebulan penuh dengan puasa Ramadan. Pada awal bulan Syawal, kaum Muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri atau perayaan yang menandai kemenangan melawan hawa nafsu. Syawal merupakan bulan ke-10 dalam kalendar Hijrah.

Zulkaedah
Zulkaedah merupakan bulan ke-11, ia merujuk kepada kebiasaan penduduk Arab zaman sebelum Islam tidak berperang kerana ia termasuk dalam bulan-bulan haram berperang. Perkataan Kaedah itu berasal dari ‘Qa ‘ada’ yakni duduk.

Zulhijjah
Zulhijjah adalah bulan ke-12 dan bulan terakhir Hijrah. Ia disebut Zulhijah (Ar.: Zu al-Hijjah) yang berarti “yang empunya haji”. Pada zaman sebelum kedatangan Islam, bulan ini merupakan bulan untuk melakukan ibadah haji ke Mekah (Ka’bah). Setelah kedatangan Islam, ibadah haji masih tetap dilaksanakan pada bulan Zulhijah yakni pada tanggal 8, 9 dan 10 Zulhijah.

Berdasarkan makna setiap bulan yang dinyatakan, pastinya masing-masing mempunyai kelebihan dan keistimewaannya. Muslim yang cemerlang tidak akan memilih bulan tertentu untuk beribadat kepada Allah. Dia akan sentiasa istiqamah dan iltizam menjunjung segala titah dan perintah Allah Subhanahuwata’ala pada setiap masa dan keadaan sehinggalah dia menghadap Allah Subhanahuwata’ala kelak.

Rejab sudah berlalu dengan kehadiran Syaaban yang sudah hampir ke penghujungnya, bagaimana persediaan kita menghadapi dan melakukan sedikit perubahan demi perubahan untuk menghadapi bulan Ramadan Al-Mubarak? Sama-samalah kita panjatkan kesyukuran dan doa kepada-NYA. Semoga Sya’aban ini menjadi penguat dan persedian kepada ibadah kita pada Ramadhan yang mendatang.


Kredit pada smkamgemilang.blogspot.com

Monday, May 13, 2013

Bulan Rejab

Rejab ertinya mulia atau agung. Bulan Rejab begitu dianggap mulia khususnya bangsa Arab. Orang-orang Arab menamakan bulan Rejab kerana pada masa dahulu mereka begitu memuliakan bulan tersebut dengan berbagai cara, di antaranya:

1. Mereka menyembelih unta pada tanggal 1 Rejab sebagai binatang korban dan menamakan korban itu dengan nama Fara'

2. Menjelang 10 Rejab, mereka kan menyembelih seekor lagi unta dan korban ini dinamakan Utairah

3. Sepanjang bulan Rejab, mereka diharamkan berperang dan berbunuhan

4. Pada tanggal 1 Rejab, mereka akan membuka pintu Kaabah sepanjang hari dengan tujuan memberi peluang kepada orang ramai beribadat sepuas-puasnya.

Walaubagaimanapun,setelah kedatangan Islam, sebahagian amalan tersebut tidak dilakukan lagi seperti menyembelih unta pada 1 dan 10 Rejab berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:

"Tidak ada penyembelihan haiwan pada tanggal 1 dan 10 Rejab dalam Islam"
(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

MAKNA / HURAIAN KALIMAH " REJAB "

Rahmat :
Diantara rahmat Allah yang terbesar dikurniakan kepada hambaNya ialah dengan ditambahkan amalan-amalan seperti berpuasa pada siangnya dan mengerjakan sembahyang-sembahyang sunat disamping fardhunya yang tertentu dan banyak berzikir, bertasbih, berselawat, membaca al-Quran, beristighfar, mohon keampunan dan taubat dosa-dosanya yang lalu dan pada malamnya berjaga malam atau bangun tengah malam sembahyang sunat tahjud, sembahyang sunat tasbih, berzikir, beristighfar, bertasbih, berselawat, membaca al-Quran, berdoa dan sebagainya. Pad bulan rejab inilah dilipat gandakan pahalanya, dilipat ganda keampunan dosa-dosanya dengan mudah mendapat keampunan dan taubat dari allah, diangkat darjat keimanan oleh allah didunia, dan diangkat darjat yang tinggi didalam syurga di akhirat. Sungguh beruntung sekali bagi hamba-hambaNya yang menggunakan kesempatan bulan rejab ini berlumba-lumba memperbanyakan amalan ibadat dalam hidupnya sungguh satu rahmat Allah yang terbesar yang dianugerahkan kepada hambaNya denagn mendapat keredhaanNya yang besar dan rugilah orang-orang yang ketinggalan rahmat yang melepaskan kita daripada azab neraka dan mendapatkan kita ke dalam syurga.

Judu (Pemurah) :
Begitu sekali pemurahNya dan baikNya allha kepada hambaNya yang beriman dan beralam soleh kepadaNya dengan balasan pahalaNya yang begitu banyak sekali, dan diangkat darjatnya yang tinggi didalam syurgadengan mudahnya diberi keampunan dan taubat yang begitu bangyaknya pula. Sesungguhnya pemurahNya dan baikNya allah terhadap hambaNya pada bulan yang mulia ini.

Berkebajikan :
Sungguh bulan Rejab ini adalah bulan kebajikan dan kebaikan Allah kepada hambaNya. Bulan yang diperintah banuak berbuat amal kebajikan padanya, bulan yang digalakkan berbuat amal ibadat, sembahyang fardhu dan sembahyang-sembahyang sunat, bulan diperbanyakkan beristighfar memohon keampunan dan taubat ke hadrat allah, berzikir, bertasbih, berselawat, berdoa bersedekah, dan segala rupa kebaikkan dan kebajikan yang diperintah Allah dan rasulNya. Bulan Allah membuka pintu kebajikan dengan luas (banyaknya amal-amal kebajikan, dan banyak serta besar palu anugerah balasannya yang tidak terhingga). Banyak pemberian allah dan banyak pula hambaNya lumba-lumba memenuhi amalnya - banyak Allah memberi kebajikan dan banyak pula banyak pula hambaNya berbuat kebajikan. Bertambah dekat hambaNya dengan Tuhannya dan bertambah dekat pula Tuhannya dengan hambaNya. Betapa besar keredhaan allah terhadap hambaNya dan betapa besar pula keredhaan hambaNya terhadap Allah.

BULAN REJAB DI DALAM AL QURAN DAN AS SUNNAH

Al Quran tidak menyebut secara khusus mengenai bulan Rejab dan kelebihannya melainkan terdapat dua surah yang menyebut secara tidak langsung iaitu Surah al Baqarah (ayat 194 dan 217) dan surah At Taubah (ayat 2, 36 dan 37)

"Mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad) mengenai (hukum) berperang dalam bulan yang dihormati, katakanlah "Peperangan dalam bulan itu adalah berdosa besar, tetapi perbuatan menghalangi (orang-orang Islam) dari jalan Allah,dan perbuatan kufur kepadaNya, dan juga perbuatan menyekat (orang-orang Islam) ke Masjidil Haram (di Mekah), serta mengusir penduduknya dari situ,(semuanya itu) adalah lebih besar dosanya di sisi Allah SWT. (Al Baqarah ayat 217)

Bulan Rejab merupakan salah satu daripada Al Ashur Hurum selain bulan Muharram, Zulkaedah dan Zulhijjah)

Manakala kebanyakkan hadis menceritakan amalan berpuasa dalam bulan ini walaupun tiada satu hadis sahih yang membuktikan bahawa berpuasa pada hari tertentu dalam bulan Rejab akan mendapat ganjaran istimewa.

Seorang lelaki dari Bahilah datang menemui Rasulullah SAW dan bertanya "Ya Rasulullah, saya adalah lelaki yang datang menemui anda pada tahun pertama "Nabi bersabda" Kenapa keadaanmu telah jauh berubah padahal dahulunya kelihatan baik? Kata lelaki itu"semenjak berpisah dengan anda, saya tidak makan hanyalah di waktu malam "Maka tanya Rasulullah SAW" Kenapa kamu seksa diri kamu? Lalu sabdaNya" Berpuasalah pada bulan sabar yakni bulan Ramadhan dan satu hari dari setiap bulan "Tambahlah buatku kerana saya kuat melakukannya! Ujar lelaki itu "Berpuasalah dua hari! Sabda Nabi." Tambahlah lagi "Mohon lelaki itu pula. Maka Nabi SAW bersabda "Berpuasalah dalam bulan suci (haram ) lalu berbukalah! (kemudian diulangi sebanyak 3 kali sambil mengucapkan itu Nabi SAW memberi isyarat dengan jari-jarinya yang tiga, mula-mula digenggam lalu dilepaskan"
(hadis riwayat Ahmad, Abu Daud, Ibnu Majjah dan Baihaqi dengan sanad yang baik)

PERISTIWA PENTING BULAN REJAB

1. Hijrah Pertama Dalam Islam

Ada di kalangan sahabat yang mengadu kepada Rasulullah SAW tentang derita yang mereka tanggung apabila pihak Musyrikin Mekah meningkatkan tekanan dan ancaman kepada Baginda dan orang yang beriman. Lalu Rasulullah memerintahkan agar mereka berhijrah ke negeri Habsyah.

Tujuan hijrah ini untuk menyelamatkan iman, keselamatan diri dan mencari tapak baru untuk agama Islam berkembang. Di antara yang berhijrah ialah Saidina Othman RA dan Isterinya Roqiah anak Rasulullah dengan jumlah kesemuanya adalah 14 orang. Habsyah dipilih kerana rajanya dikenali dengan sikap terbuka dan bertoleransi.

2. Israk dan Mikraj

Israk dan Mikraj ertinya Rasulullah SAW dijalankan dari Mekah ke Baitulmaqdis di waktu malam dan diangkat ke langit bertemu Allah SWT dan untuk mengambil kewajipan solat 5 waktu dari Allah SWT.

Terdapat khilaf ulamak mengenai tarikh sebenar berlakunya peristiwa ini tetapi jumhur ulamak bersepakat menerima ianya berlaku pada 27 Rejab. Tetapi berlakunya peristiwa itu tidak penting kerana apa yang lebih penting ialah umat Isla wajib meyakini bahawa peristiwa ini adalah benar-benar berlaku ke atas diri Rasulullah SAW berdasarkan dalil qatie dari al quran dan hadis sahih.

Peristiwa Yang Berlaku Sebelum dan Semasa Perjalanan Israk Rasulullah S.A.W

1. Didatangi malaikat Jibril.

2. Hati Rasulullah disuci.

3. Menunggang Buraq.

4. Bertembung dengan jin Afrit.

5. Berjumpa kaum berhuma dan mengetam pada hari yang sama ( satu kebajikan dibalas dengan 700 kali ganda atau lebih banyak lagi ).

6. Tercium bau harum. ( Bau Masitah yakni penyikat rambut anak Firaun yang berani mempertahankan aqidahnya )

7. Kaum yang memecahkan kepala ( Umat yang memberatkan kepala mereka untuk menunaikan atau beribadat kepada Allah )

8. Kaum yang memakan zakum ( batu dan bara api Neraka jahanam). Balasan untuk mereka yang tidak mengeluarkan zakat harta mereka.

9. Kaum yang memakan daging mentah. Isteri atau suami yang mempunyai suami atau isteri yang halal tetapi mereka mendatangi lelaki atau perempuan ( pelacur) untuk melakukan zina

10. Duri di jalan. Perumpamaan kaum yang duduk di tepi-tepi jalan (lepak0 dan mengintai-gintai otrang yang lalu di jalan tersebut bertujuan menganggu dan sebagainya.

11. Berenang dalam lautan darah sambil dilontarkan batu ke mulutnya. Perumpamaan umat yang memakan riba.

12. Menghimpun bebrapa berkas kayu yang dia tidak terdaya memikulnya tetapi semakin ditambah pula kayu teersebut. Perumpamaan seorang yang memegang amanah tetapi tidak mampu untuk melaksanakannya tetapi masih juga dia hendak menerima amanah lain.

13. Kaum yang menggunting lidah dan bibir mereka. Inilah diumpamakan seseorang manusia yang mengajar dan mereka tidak membuat apa yang mereka ajarkan.

14. Kaum yang menggaru muka dengan kuku tembaga. Perumpamaan mereka makan daging saudaranya dengan mengumpat serta menjatuhkan maruah orang lain.

15. Lembu keluar dari lubang sempit kemudian cuba masuk semula tapi tidak berjaya. Perumpamaan seseorang yang memperkatakan perkara-perkara yang dimurkai oleh Allah, kemudia dia meyesali atas perbuatannya itu tetapi dia tidak mampu untuk menyesalinya.

16. Rasulullah ditegur oleh pihak kanan ( Yahudi) dan kiri (Nasrani). Rasulullah tidak menjawab teguran tersebut. Sekiranya beliau menjawab nescaya ramailah umatnya yang akan menjadi pengikut Yahudi dan Nasrani.

17. Rasulullah diseru oleh perempuan yang memakai perhiasan yang cantik. Rasulullah tiada menjawab seruan itu. Jika ia menjawab maka ramailah umatnya yang lebih mementingkan dunia dari Akhirat.

18. Rasulullah diseru perempuan berhias serta seorang tua. Kiasan / perumpamaan umur dunia

19. Rasulullah imam segala para nabi serta mursalin semasa solat di Baitul Maqdis

20. Rasulullah terasa dahaga. Jibrail membawa 3 jenis minuman iaitu susu, arak dan madu. Rasulullah memilih susu. Maka Jibril membenarkan pilihan Rasulullah S.A.W. sambil berkata, " Sesungguhnya engkau telah memilih asal kejadian dan jika engkau meminum arak, nescaya umat engkau akan ramai yang sesat dan tiada yang beriman melainkan jumlah yang sedikit.

21. Rasulullah di datangi bidadari dari Syurga.

Peristiwa Yang Berlaku Semasa Perjalanan Mikraj Rasulullah S.A.W

1. Rasulullah menaiki langit pertama- berjumpa dengan nabi Adam A.S

2. Rasulullah menaiki langit yang kedua - bertemu nabi Isa dan nabi Yahya.

3. Rasulullah menaiki langit yang ketiga - bertemu nabi Yusuf.

4. Rasulullah menaiki langit yang keempat - bertemu nabi Idris.

5. Rasulullah menaiki langit yang kelima - bertemu nabi Harun.

6. Rasulullah menaiki langit yang keenam - bertemu nabi Musa.

7. Rasulullah menaiki langit yang ketujuh - bertemu nabi Ibrahim.

8. Bertemu kaum yang mandi di sungai.

9. Memasuki Baitul Makmur.

10. Pokok dan sungai di syurga.

11. Melihat rupa Jibril yang sebenar.

12. Memasuki syurga. Terdapat 8 jenis Syurga ( Jannatul Firdaus, Jannatul Adnan, Jannatul Khuld, Jannatun Naim, Jannatul Makwa, Jannatul Makwa, Jannatus Salam, Jannatul Jalal, Janatul Maqamu Wal Qarar.)

13. Kelebihan orang memberi hutang. Pintu Syurga tertulis: "SEDEKAH ITU ADALAH 10 KALI GANDA DAN MEMBERI HUTANG ITU 18 KALI GANDA."

14. Melihat Telaga Al-Kausar.

15. Diperlihatkan kepada Rasulullah keadaan Neraka. Terdapat 7 jenis neraka iaitu (Neraka Jahanam, Neraka Lazha, Neraka Khutamah, Neraka Saeir, Neraka Saqar, Neraka Jahim, Neraka Hawiyah.)

16. Berpisah dengan Jibril untuk ke Sidratul Muntaha.

17. Perjalanan untuk bertemu Allah diperdengarkan suara malaikat menyerupai suara Abu Bakar.

18. Menemui Allah Rabbul Jalil.

19. Berdailog dengan nabi Musa.

20. Berulang-alik antara nabi Musa dengan Allah.

21. Allah memfardukan lima waktu solat.

22. Turun semula ke bumi.

23. Meninggalkan Baitul Maqdis.

3. Peperangan Tabuk

Peperangan Tabuk berlaku dalam tahun 9 hijrah di satu kawasan bernama Tabuk di utara Semenanjung Arab dengan bala tentera Rasulullah SAW seramai 30,000 orang. Akhirnya peperangan tidak berlaku kerana tentera Rom telah melarikan diri kerana takut dangeru n kepada kekuatan dan kecekalan tentera Islam yang sanggup menghadapi pelbagai cabaran.Ia juga peperangan terakhir yang disaksikan oleh Rasulullah SAW.

4. Pembebasan Baitul Maqdis

Baitul Maqdis telah dibuka pada zaman pemerintahan Saidina Umar bin Al Khattab RA. Akibat kelalaian dan perpecahan umat di zaman pemerintahan Abbasiyah,orang kristian(tentera Salib) telah melakukan serangan bertubu-tubi ke atas Baitul Maqdis dan akhirnya berjaya ditawan setelah 500 tahun dikuasai pemerintahan Islam. Tentera Salib telah mendudukinya selama 50 tahun sebelum dibebaskan kembali tentera Islam di bawah panglima perang Salehuddin Al Ayubi yang berjaya ditawan pada hari Jumaat 27 Rejab 583H. Pada tahun 1967/1387H, umat Yahudi pula menawan Baitul Maqdis dan menamakan negara baru mereka dengan nama Israel.

5. Lahirnya Imam Syafie RH

Nama sebenar Imam Syafie ialah Muhammad bin Idris. Beliau lahir di Ghuzah, Palestine pada tahun 150H bersamaan 767M. Merupakan salah seorang daripada imam mazhab yang empat dan Malaysia adalah antara negara yang majoriti mengamalkan mazhab syafie. Salah satu peninggalan beliau yang amat berharga dan tidak ternilai harganya hingga menjadi rujukan hingga kini ialah Kitab Al Umm.

Hadith- Hadith berkaitan Bulan Rejab

Satu perkara yang perlu juga dijelaskan ialah tiada amalan khusus dalam bulan Rejab yang diriwayatkan oleh Rasulullah SAW dari hadith-hadith Sahih. Amalan tertentu seperti solat sunat Rejab, puasa Rejab dan umrah di bulan Rejab adalah bersandarkan kepada hadis-hadis lemah.

Namun masih banyak lagi amalan sunat secara umum yang masih boleh kita tunaikan di bulan Rejab ini sebagai persediaan menjelang tibanya bulan Ramadhan seperti qimullail, puasa Isnin dan Khamis. Tadarus Al Quran dan lain-lain lagi.Memperbanyak puasa sunat amat digalakkan agar tubuh kita tidak terkejut apabila menerima tuntutan ibadah puasa wajib di bulan Ramadhan.

Antara Hadis yang menjelaskan kelebihan Bulan Rejab

1. Sabda Nabi S.A.W: hendaklah kamu memuliakan bulan Rejab nescaya Allah muliakan kamu dengan seribu kemuliaan di hari Qiamat.

2. Sabda Nabi S.A.W: Bulan Rejab Bulan Allah, Bulan Syaaban bulanku, dan bulan Ramadhan bulan umatku.

3. Kemuliaan Rejab dengan malam Israk Mikrajnya, Syaaban dengan malam Nisfunya, dan Ramadhan dengan Lailatul -Qadarnya.

4. Puasa sehari pada bulan Rejab mendapat syurga yang tertinggi ( Firdaus) . Puasa dua hari dilipatgandakan pahalanya.

5. Puasa tiga hari pada bulan Rejab dijadikan parit yang panjang yang menghalang dia ke neraka ( panjangnya setahun perjalanan).

6. Malam awal Rejab mustajab doanya ( adalam Kitab Raudhoh Imam Nawawi).

7. Puasa empat hari pada bulan Rejab diafi'atkan daripada bala dan daripada penyakit yang besar-besar, dan daripada fitnah dajal di hari Qiamat.

8. Puasa lima hari pada bulan Rejab, aman daripada azab kubur. Puasa enam hari pada bulan Rejab keluar daripada kubur bercahaya mukanya.

9. Puasa tujuh hari pada bulan Rejab ditutup daripadanya tujuh pintu neraka.

10. Puasa lapan hari pada bulan Rejab dibuka lapan pintu syurga.

11. Puasa sembilan hari pada bulan Rejab keluar dari kuburnya lalu menyeru: tidak ditolak dia masuk ke syurga.

12. Puasa sepuluh hari pada bulan Rejab Allah jadikan bagi hamparan perhentian di titi sirotolmustaqim pada tiap-tiap batu.

13. Puasa 16 belas hari pada bulan Rejab akan dapat melihat wajah Allah di dalam Syurga, dan orang yang pertama menziarahi Allah di dalam syurga.

14. Puasa sembilan belas hari pada bulan Rejab dibina baginya sebuah mahligai di hadapan Nabi Allah Ibrahim dan Nabi Allah Adam.

15. Puasa dua puluh hari pada bulanRejab diampunkan segala dosanya yang telah lalu.

16. Berkata Saidina Ali:

Puasa Rejab 13 hari seperti puasa tiga ribu tahun.

Puasa Rejab 14 hari seperti puasa sepuluh ribu tahun.

Puasa Rejab 15 hari seperti puasa seratus ribu tahun.

17. Kelebihan bulan Rejab dari segala bulan seperti kelebihan Quran atas segala qalam.

18. puasa sehari pada bulan Rejab seperti puasa 40 tahun dan diberi minum air dari syurga.

19. puasa 10 hari pada bulan Rejab dijadikan dua sayap, terbang seperti kilat diatas titi Sirotolmustaqim di hari kiamat.

20. puasa sahari pada bulan Rejab seperti mengerjakan ibadat seumurnya

Berseru dari langit :

Gembiralah kamu dengan kemuliaan yang besar : dan diminumkan dia ketika hendak mati. Mati dengan puasa, masuk kubur dengan puasa, keluar kubur dengan puasa, dan masuk syurga dengan puasa (Al-Hadis), lepas dari azab kubur (Al-Hadis) - (berpuasa pada siang hari dan beribadat pada malamnya).

21. Bulan Rejab Syahrullah (Bulan Allah), dimapunkan dosa orang-orang yang meminta ampun dan bertaubat kepada Allah. Puasa bulan Rejab wajib baginya :

Diampunkan dosanya yang lalu.

Dipeliharakan umurnya yang tinggal.

Terlepas dari dahaga di hari qiamat.

22. Puasa pada awal Rejab, pertengahannya dan akhirnya, seperti puasa sebulan pahalanya.

23. Orang yang lemah dari berpuasa pada bulan rejab hendaklah bersedekah tiap-tiap hari sekurang-kurangnya sebiji roti.

24. Siapa bersedekah pada bulan Rejab seperti sedekah seribu dinar, dituliskan kepadanya tiap sehelai bulu roma jasadnya seribu kebajikan, diangkat seribu darjat, dihapus seribu kejahatan.

25. Tiap hari puasanya pada bulan Rejab dan sedekahnya pada bulan rejab seperti ibadat seribu haji dan umrah. Dibina seribu mahligai, seribu bilik dan seribu bidadari, lebih cantik daripada matahari seribu kali, kerana keistimewaan bulun Rejab, bulan Allah.

26. Bersedekah pada bulun Rejab dijauhkan Allh daripada api neraka, kerana kenuliaan bulan Rejab.

27. Allah jadikan dibelakang bukit Jabar Qaf bumi yang putih yang penuh dengan malaikat dengan panji-panji berhimpun pada tiap malam Rejab meminta ampun oleh mereka kepada umat Muhammad. Allah menjawab : Telah aku ampunkan mereka!

28. Barang siapa meminta ampun (beristighfar) kepada Allah pagi dan petang 70 kali atau 100 kali, pada bulan Rejab diharamkan tubuhnya daripada api neraka.

29. Sesiapa berpuasa pada bulan Rejab, Allah berseru kepadanya : " Telah wajib hakmu atasKu, maka mintalah olehmu kepadaKu. Demi ketinggianKu dan kebesaranKu, tiada aku tolakan hajatmu. Engkau adalah jiranKu dibawah ArasyKu, engkau kekasihKu dari segala makhlukKu, engkau terlebih mulia atasKu. Sukakanlah kamu, tiada dinding antaraKu dan antara engkau". ( Dari Kitab RaudhatulIfkar).

30. Puasa pada 27 bulan Rejab seperti berpuasa 60 bulan pahalanya. Jika disertai dengan sedekah seperti puasa 1000 tahun. Kerana kebesaran hari Israk Mikraj.

31. Siapa melapangkan kekeruhan, kesusahan, kepicikan oang mukmin pada bulan rejab dikurniakan Allah kepadanya mahligai yang besar didalam Syurga Firdaus.

32. Siap berbuasa 3 hari pada bulan Rejab dan beribadat pada malamnya (berjaga) seperti dia berpuasa 3000 tahun. Diampunkan baginya 70 dosa-dosa besar tiap-tiap hari, ditunaikan 70 hajat ketika keluar nyawanya daripada jasad, 70 hajatnya didalam kuburnya, 70 hajat ketika terbang suhuf (ketika Quran dinaikkan ke langit), 70 hajat ketika ditimbang amalannya di mizan, 70 hajat ketika berlalu di titi Siratol mustaqim.

33. Rejab ertinya ta'zim (kebesaran, keagungan, kemuliaan) kerana keagungan, kebesaran dan kemuliaan bulan Rejab itu maka Allah limpahkan rahmatNya, kemurahanNya dan kebajikanNya terhadap hamba-hambaNya yang beriman dab beramal soleh pada bulan Rejab dengan berpuasa pada siangnya dan beribadat pada malamnya. Demikianlah peri keistimewaannya keagungan bulan Rejab itu yang dinamakan sengan (bulan Allah).

Rejab bulan menabur benih

Syaaban bulan menyiram tanaman

Ramadhan bulan menuai

Rejab menyucikan badannya

Syaaban menyucikan hatinya.

Ramadhan menyucikan rohnya

Rejab bulan maghfirah ( keampunan)

Syaaban bulan Syafaat.

Ramadhan bulan menggandakan kebajikan.

Rejab bulan taubat

Syaaban bulan Muhibbah

Ramadhan dilimpahi amalan seperti hujan mencurah banyakknya.

Rejab diganda 70 pahala

Syaaban diganda 700 pahala

Ramadhan diganda 1000 pahala atau lebih

Artikel inii disediakan
Oleh: Ustazah Sabariah Bt. Haji Salleh (P.P.T)
Penolong Pengarah Bahagian Dakwah JAIS

Wednesday, April 17, 2013

Marah pengukur budi pekerti

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ


Dalam melalui fasa kehidupan, sama ada di rumah mahupun di tempat kerja, bahkan di jalanan dan khalayak ramai, emosi kita kadangkala terganggu. Banyak masa kita gembira, namun ada ketika kita berdepan dengan perasaan kecewa dan marah.

Ada orang marahnya boleh ke tahap di luar batasan baik dengan perkataan mahupun perbuatan. Sifat marah keterlaluan ini boleh membawa kepada mudarat yang teruk sampai mengugut, mencedera dan membunuh.

Sesetengahnya sekadar ekspresi muka merah padam dan kelihatan bengis. Ada pula marahnya tidak kelihatan iaitu marah dalam diam. Zahirnya tenang, tetapi di dalam diri meluap-luap.

Hujjatul Islam Imam Ghazali mengatakan, sesetengah orang cepat marah, cepat tenang dan cepat hilang, sesetengah orang lagi lambat marah, lambat redanya dan bagi yang lain lambat marah dan cepat hilang iaitu orang dikategorikan sebagai terpuji. Marah adalah sifat semula jadi dan ia boleh berlaku apabila ada sebab tertentu. Tiada orang marah tanpa sebab. Cuma ada orang marahnya keterlaluan dan berpanjangan walaupun sebabnya kecil dan remeh.

Secara ilmiah sifat marah dibahagikan kepada dua iaitu pasif dan agresif. Marah berbentuk pasif contohnya membabitkan manipulasi psikologi seperti provokasi orang ramai untuk pencerobohan dan kemudian merendah-rendahkan mereka.

Marah berbentuk agresif seperti buli, melakukan kemusnahan, keganasan fizikal, penderaan, rogol, menyalah guna dadah, termasuklah pemanduan secara melulu, menggunakan bahasa dan jenaka yang kesat.

Sifat marah yang keterlaluan dan tidak semena-mena sebenarnya banyak mendatangkan keburukan, berbanding kebaikan. Malah, ia mencerminkan identiti dan penampilan diri seseorang. Diceritakan seorang lelaki datang kepada Rasulullah dari hadapan lalu berkata: “Wahai Rasulullah, apakah amal yang lebih utama? Jawab Baginda: “Elok perangai.” Selepas itu dia datang dari kiri Baginda, lalu bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah amal yang lebih utama? Jawab Baginda: “Elok perangai.” Akhirnya dia datang dari belakang dan bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah amal yang lebih utama?” Jawab Baginda lagi: “Kenapalah engkau tidak faham! Elok perangai itu ialah engkau tidak usahlah marah jika engkau berupaya.” Jadi, tidak mudah marah itu menunjukkan keelokan budi pekerti dan tanda orang berperibadi tinggi. Sebaliknya orang yang cepat marah sudah tentu perangainya tidak elok dan berperibadi rendah. Lebih-lebih lagi dengan sifat itu sering kali terbawa sama sikap dan tingkah laku lain yang buruk. Dengan sifat itu seseorang boleh jadi dengan mudah mengatakan orang lain bodoh, bebal dan sial, sedang semuanya tiadalah moral terpuji.

Di rumah misalnya, seorang suami yang cepat marah tentu sekali mudah menengking dan mengherdik si isteri seolah-olah dia saja yang betul. Tambah memeritkan apabila marah itu disertakan dengan tindakan ganas.

Begitu juga di sekolah, seorang guru yang pemarah pantang muridnya melakukan kesilapan, diherdik dan didenda mengikut emosi, bahkan dipukul sepuas hati sehingga murid terbabit merana badan, sedang dalam diam menyimpan dendam berpanjangan.

Oleh itu, Nabi SAW menegah kita daripada terbawa-bawa dengan sifat marah. Daripada Abu Hurairah RA bahawa seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: “Berilah wasiat kepada aku. Jawab Nabi: Janganlah engkau marah. Kemudian dia mengulangi beberapa kali. Jawabnya: Janganlah engkau marah.” (Riwayat Bukhari) Nabi SAW juga dilaporkan ada bersabda pada hadis lain yang bermaksud: “Jauhilah kemarahan, kerana ia adalah bara api yang bernyala-nyala dalam hati anak Adam. Cubalah lihat bila seorang kamu dalam kemarahan, kedua-dua matanya merah, urat lehernya kelihatan timbul. Apabila seseorang berasa marah, hendaklah dia berbaring atau duduk di atas bumi.” Pernah Rasulullah menerangkan: “Bahawa kemarahan itu daripada syaitan. Sesungguhnya syaitan itu dijadikan daripada api. Api hanya dapat dipadam dengan air. Apabila marah oleh seorang kamu, hendaklah ia berwuduk.” Disebabkan marah adalah sifat semula jadi, kita bagaimanapun tidak boleh melenyapkannya sama sekali. Malah, Prof Hamka ada mengatakan bahawa kemarahan sesuatu yang perlu ada bagi manusia, kerana tanpa sifat itu manusia akan hilang daya pertahanan.

Tegasnya, kemarahan menjadi sebab wujudnya sensitiviti terhadap sesuatu perkara, sedangkan tanpa sifat itu, seseorang manusia tidak ubah seperti makhluk yang tidak bernyawa.

Oleh kerana itu, marah seseorang kerana agamanya dihina, rumah tangga dan tanah airnya diceroboh dianggap kena pada tempatnya, bahkan dituntut. Jadi, yang dikehendaki di sini kita perlu mengawal perasaan marah. Dalam hubungan ini, Aristotle ada mengatakan marah harus atas alasan dan terhadap orang yang betul serta dalam cara, waktu dan untuk tempoh yang betul. Sebab itu, jika kita marahkan seseorang, jangan pula dilepaskan sifat itu pada orang tidak sepatutnya dan mengikut sesedap rasa saja. Cubalah kawal kerana orang dapat mengawal diri adalah orang berperibadi tinggi, penyabar dan pemaaf.

Mungkin ada yang berpendapat dengan melepaskan perasaan marah dapat meredakan segala yang terpendam di hati, tetapi sedarkah orang lain juga punya hati dan perasaan? Mereka juga ada sifat marah.

Monday, April 1, 2013

Cuti kat Melaka

Cuti sekolah kali ni aku bawa family aku gi melepak kat Melaka..aku sewa kat D`Nelayan Beach Resort.. tempat ni bg aku best..pantai bersih..pastu pantai dia betul2 depan resort..harga dia pun berpatutan dengan bajet kita..kalau nak buat family day untuk 7 - 8 family datang kat sini..pasti enjoy..nak gi Bandar Hilir pun dlm 30 minit je...

                  gambar heroin aku  berlatarbelakangkan selat Melaka dengan pantai yg bersih...

                                            berlatarbelakangkan resort D nelayan...
                                                  apalah yg kelakar agaknya tu...

ada kolam renang..tapi kalau untuk bebudak yg umur bawah 12 tahun oklah...mak bapak gi mandi kat lautlah..
                kedudukan laut yg betul2 depan resort...tak payak nak menapak jauh2 gi pantai...
menarik...itu je yg boleh aku katakan...khas utk kita2 yg punya bajet tak besar mana..dtglah kat sini...

                                                                        happy je...
           suasana senja...memerhatikan sang mentari menyembunyikan diri...cantik dan menarik..




                                             pantai dan laut yg betul2 depan resort...
                                            malam di Bandar Hilir...depan Mahkota Parade...

                                 acara menaiki beca...layan anak dara aku ngan sepupu dia...
                                                     
                               yg ni masa melepak kat PD dalam perjalanan nak balik Kajang...

happy family...


                       hero2 ngan heroin2 aku...dari yg besar sampailah yg paling kecik...


next time nak bawak dia orang gi Pulau Pangkor lak..itupun kalau ada rezeki...Insyallah...mudah2an tuhan makbulkan doa ini...AMIN...