Thursday, June 28, 2012

FITNAH

Jangan mudah percaya FITNAH


Hukum Fitnah

Bismillahirrahmanirrahim.

Fitnah merupakan suatu sifat yang amat keji dan boleh mendatangkan kesan yang amat buruk kepada diri sendiri dan terhadap orang lain. Fitnah boleh diertikan bahawa seseorang yang menyampaikan keburukan orang lain dikalangan orang ramai dengan tujuan supaya mereka membenci atau memusuhinya.

Firman Allah SWT :
"Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina yang banyak mencela serta menyebarkan fitnah, yang banyak menghalang berbuat baik, melampaui batas lagi banyak melakukan dosa."

Perbuatan fitnah lebih berbahaya daripada pembunuhan kerana boleh menyebabkan masyarakat hilang rasa kasih sayang dan mencetuskan permusuhan.

Firman Allah SWT :
"Dan fitnah itu lebih besar (dosanya) daripada membunuh."
(Al-Baqarah : 217)

Firman Allah SWT :
"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh (memfitnah) wanita-wanita yang baik lagi beriman berzina, mereka kena laknat di dunia dan akhirat dan bagi azab yang besar."
(An-Nur : 23)

Rasulullah SAW bersabda :
"Tidak akan masuk syurga yang membawa fitnah."

(HR.Bukhari dan Muslim dari Huzaifah)

Oleh kerana itu, bahaya fitnah boleh mengancam kesejahteraan. Maka umat Islam hendaklah sentiasa berhati-hati dan jangan mudah terpedaya dengan fitnah yang dibawa atau diterima.

Begitu besar dosanya di sisi Allah bila kita menyebarkan berita yang kita tak pasti kebenarannya. Apatah lagi jika berita itu melibatkan maruah orang Islam yang lain. Kalau kita letakkan diri kita di tempat mereka, tentu saja kita sendiri boleh merasa. Letakkan kakimu dalam setiap kasut orang Muslim...perhatikan langkahmu bila berjalan...

Credit to sunahsukasakura

Keutamaan Sabar

Keutamaan Sabar



Dari al Ihya ‘Ulumuddin, Imam al Ghazaly

Allah Ta’ala sesungguhnya telah menyifatkan orang-orang yang sabar dengan beberapa sifat.Allah Ta’ala menyebutkan sabar dalam Al Qur’an pada lebih tujuh puluh tempat.Ia menambahkan lebih banyak derajat dan kebajikan kepada sabar.Ia menjadikan derajat dan kebajikan itu sebagai hasil (buah) dari sabar.

Maka Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : “Dan Kami jadikan di antara mereka itu beberapa pemimpin yang akan memberikan pimpinan dengan perintah Kami, yaitu ketika mereka berhati teguh (sabar)”(QS. 32:24).

Allah Ta’ala berfirman: “Dan telah sempurnalah perkataan yang baik dari Tuhan engkau untuk Bani Israil, disebabkan keteguhan hati (kesabaran)mereka” (QS 7:137).

Allah Ta’ala berfirman: “Dan akan Kami berikan kepada orang-orang yang sabar itu pembalasan,menurut yang telah mereka kerjakan dengan sebaik-baiknya”(QS.16:96).

Allah Ta’ala berfirman: “Kepada orang-orang itu diberikan pembalasan (pokok) dua kali lipat,disebabkan kesabaran mereka”. (QS. 28:54)

Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orangorang yang sabar itu, akan disempurnakan pahalanya dengan tiada terhitung “. (QS 39:10).

Maka tidak ada dari pendekatan diri manusia kepada Allah (ibadah), melainkan pahalanya itu ditentukan dengan kadar dan dapat dihitung, selain sabar.

Dan sesungguhnya adanya puasa itu sebagian dari sabar dan puasa itu separuh sabar,maka Allah Ta’ala mengaitkan puasa itu bagi orang-orang yang bersabar, bahwa Ia bersama mereka.

Allah Ta’ala berfirman: “Hendaklah kamu bersabar, sesungguhnya Allah itu bersama orang-orang yang sabar”. (QS. 8:46).

Allah Ta’ala menggantungkan pertolongan kepada sabar. Allah Ta’ala berfirman:“Ya! Kalau kamu sabar dan memelihara diri, sedang mereka datang kepadamu (menyerang) dengan cepatnya,Tuhan akan membantu kamu dengan lima ribu malaikat yang akan membinasakan”. (QS. 3:125).


Allah Ta’ala mengumpulkan bagi orang-orang yang sabar, beberapa hal yang tidak dikumpulkannya bagi orang-orang lain. Allah Ta’ala berfirman:“Merekalah orang-orang yang mendapat ampunan, kehormatan dan rahmat dari Tuhan dan merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS. 2:157).


Adapun hadits-hadits yang menyangkut dengan sabar, maka di antara lain, Nabi s.a.w. bersabda : ”Sabar itu separuh iman”.

Nabi s.a.w. bersabda : “Dari yang sekurangkurangnya diberikan kepada kamu, ialah : keyakinan dan kesungguhan sabar.Siapa yang diberikan keberuntungan dari keyakinan dan kesungguhan sabar itu, niscaya ia tidak peduli dengan yang luput dari padanya, dari shalat malam dan puasa siang. Dan engkau bersabar di atas apa yang menimpa atas diri engkau, adalah lebih aku sukai, daripada disempurnakan oleh setiap orang daripada kamu, kepadaku, dengan seperti amalan semua kamu.Akan tetapi aku takut,bahwa dibukakan kepadamu dunia sesudahku.Lalu sebagian kamu menetang sebagian yang lain.Dan akan ditantang kamu oleh penduduk langit (para malaikat) ketika itu. Maka siapa yang sabar dan memperhitungkan diri, niscaya memperoleh kesempurnaan pahalanya”.

Kemudian Nabi s.a.w.membaca firman Allah Ta’ala:“Apa yang di sisi kamu itu akan hilang dan apa yang di sisi Allah itu yang kekal. Dan akan Kami berikan kepada orang-oang yang sabar itu pembalasan, menurut yang telah mereka kerjakan dengan sebaik-baiknya”. (QS. 16:96).

Diriwayatkan Jabir, bahwa Nabi s.a.w ditanyakan tentang iman, maka beliau menjawab:“Sabar dan suka memaafkan”.

Nabi s.a.w. bersabda pula: “amal yang paling utama ialah apa yang dipaksakan diri daripadanya”.

Dikatakan bahwa Allah Ta’ala menurunkan wahyu kepada nabi Daud a.s.: “Berakhlaklah dengan akhlak-KU! Sesungguhnya sebagian dari akhlak-Ku, ialah, bahwa Aku Maha Sabar”.

Pada hadits yang diriwayatkan ‘Atha’ dari Ibnu Abbas, bahwa ketika Rasulullah s.a.w. masuk ke tempat orang-orang Anshar, lalu beliau bertanya:“Apakah kamu ini semua orang beriman?”. Lalu semua mereka diam. Maka menjawab Umar r.a.:“Ya, wahai Rasulullah!”.Nabi s.a.w. lalu bertanya: “Apakah tandanya keimanan kamu itu?”Mereka menjawab: “Kami bersyukur atas kelapangan. Kami bersabar atas cobaan. Dan kami rela dengan ketetapan Tuhan (qadha Allah Ta’ala)”.Lalu Nabi s.a.w. menjawab: “Demi Tuhan pemilik Ka’bah! Benar kamu itu orang beriman!”.

Nabi s.a.w. bersabda: “Pada kesabaran atas yang tidak engkau sukai itu banyak kebajikan”.

Isa Al-Masih a.s. berkata: “Engkau sesungguhnya tiada akan memperoleh apa yang engkau sukai, selain dengan kesabaranmu atas apa yang tiada engkau sukai”.

Rasulullah s.a.w. bersabda: “Jikalau sabar itu seorang laki-laki, niscaya dia itu orang yang pemurah. Dan Allah Ta’ala menyukai orang-orang yang sabar”.

Adapun atsar, maka di antaranya ialah terdapat pada surat khalifah Umar bin al-Khatab r.a. kepada Abu Musa Al-Asy’ari r.a., yang bunyinya di antara lain: “Haruslah engkau bersabar! Dan ketahuilah,bahwa sabar itu dua. Yang satu lebih utama dari yang lain: sabar pada waktu musibah itu baik.Dan yang lebih baik daripadanya lagi, ialah sabar (menahan diri) dari yang diharamkan Allah Ta’ala.Dan ketahuilah, bahwa sabar itu yang memiliki iman. Yang demikian itu, adalah bahwa takwa itu kebajikan yang utama. Dan takwa itu dengan sabar”.

Ali r.a. berkata: ”Iman itu dibangun di atas empat tiang: yakin, sabar, jihad dan adil.”


Ali r.a.berkata pula: “Sabar itu dari iman, adalah seperti kedudukan kepala dari tubuh. Tidak ada tubuh bagi orang yang tidak mempunyai kepala. Dan tidak ada iman, bagi orang yang tiada mempunyai kesabaran”.

Umar r.a. berkata: “Amat baiklah dua pikulan yang sebanding dan amat baiklah tambahan bagi orang-orang yang sabar. Dimaksudkan dengan dua pikulan yang sebanding itu, ialah ampunan dan rahmat. Dan dimaksudkan dengan tambahan itu, ialah petunjuk. Dan tambahan itu, adalah apa yang dibawa di atas dua pikulan yang sebanding tadi atas unta”.Diisyaratkan oleh Umar r.a. dengan yang demikian itu kepada firman Allah Ta’ala: “Merekalah orang-orang yang mendapat ampunan dan rahmat dari Tuhan dan merekalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. 2:157).

Adalah Habib bin Abi Habib Al Bashari, apabila membaca ayat di bawah ini:“Sesungguhnya dia (Ayub) kami dapati,seorang yang sabar. Seorang hamba yang amat baik. sesungguhnya dia tetap kembali (kepada Tuhan)” (QS. 38:44). Lalu beliau menangis dan berkata: “Alangkah menakjubkan! Ia yang memberi dan Ia yang memujinya.”

Abu’d-Darda r.a mengatakan: “Ketinggian iman itu, ialah: sabar karena hukum Allah dan rela dengan takdir Allah Ta’ala”.Inilah penjelasan keutamaan sabar, dari segi yang dinukilkan (dari ayat, hadits dan atsar).

Kesabaran adalah ibadah qalbu kita, ia merupakan hal yang utama yang akan membawa seseorang dianugerahkan sifat-sifat baik. Dan tentu kita tiada pernah akan tahu faedah sabar, apabila kita tiada
pernah mencoba untuk sabar. Kiranya kita beroleh taufik dari Allah SWT.


[ Sumber : Buletin Bina Qalbu Edisi-01 Tahun ke-1]

Monday, June 25, 2012

Kisah Iblis bertemu Nabi

Kisah Iblis bertemu Nabi

Assalamualaikum,sekadar renungan kita bersama..mudah2an kita mendapat hidayah dari apa yang kita baca fahami...INSYALLAH



Musuh manusia yang paling jahat sekali adalah iblis........dia akan cuba sedaya upayanya untuk membawak manusia ni sekali bersama sama dengangnya keneraka nanti.....Mai kita renung sat artikal kat bawah ni,semoga kita semua akan tabah dan boleh kuatkan iman untuk terus melawan dengan iblis laknat ni.....

Dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas:
Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba - tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah:


"Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan memerlukanku. "


Rasulullah bersabda : "Tahukah kalian siapa yang memanggil?"


Kami menjawab : "Allah dan rasulNya yang lebih tahu."


Beliau melanjutkan, "Itu iblis, laknat Allah bersamanya."


Umar bin Khattab berkata: "Izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah"

Nabi menahannya :" Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, fahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik."


Ibnu Abbas RA berkata: Pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang tua yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi..

Iblis berkata: "Salam untukmu Muhammad.... Salam untukmu para hadirin..."

Rasulullah SAW lalu menjawab : "Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu? "

Iblis menjawab : "Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemahuanku, namun kerana terpaksa."

"Siapa yang memaksamu? "

"Seorang malaikat utusan Allah mendatangiku dan berkata:

"Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin."

"Oleh kerana itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh."

Orang Yang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?"

Iblis segera menjawab: " Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci."

"Siapa selanjutnya? "

"Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT."

"Lalu siapa lagi?"

"Orang Alim dan wara'"

" Lalu siapa lagi?"

"Orang yang selalu bersuci."

"Siapa lagi?"

"Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain."

"Apa tanda kesabarannya? "

" Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang - orang yang sabar."

"Selanjutnya apa?"

"Orang kaya yang bersyukur."

"Apa tanda kesyukurannya ?"

"Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya ."

"Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?"

"Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam."

"Umar bin Khattab?"

"Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur. "

"Usman bin Affan?"


"Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya ."

"Ali bin Abi Thalib?"

" Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mahu melakukan itu." (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

"Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak solat?"

"Aku merasa panas dingin dan gementar. "

"Kenapa?"

"Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 darjat."

"Jika seorang umatku berpuasa?"

"Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka ."

"Jika ia berhaji?"

"Aku seperti orang gila. "

"Jika ia membaca al-Quran?"

"Aku merasa meleleh laksana timah di atas api."

"Jika ia bersedekah?"

"Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji."

"Mengapa jadi begitu? "

"Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya... Iaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya."


"Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?"


"Suara kuda perang di jalan Allah."

"Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?"

"Taubat orang yang bertaubat."

"Apa yang dapat membakar hatimu?"


"Istighfar di waktu siang dan malam."

"Apa yang dapat mencoreng wajahmu?"

"Sedekah yang diam - diam. "

"Apa yang dapat menusuk matamu?"

"Solat fajar(subuh)."

"Apa yang dapat memukul kepalamu? "

"Solat berjamaah."

"Apa yang paling mengganggumu? "


"Majlis para ulama."

"Bagaimana cara makanmu?"

"Dengan tangan kiri dan jariku."

"Dimanakah kau menaungi anak - anakmu di musim panas?"

"Di bawah kuku manusia."

Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : "Siapa temanmu wahai Iblis?"

"Pemakan riba."

"Siapa sahabatmu?"

"Penzina."

"Siapa teman tidurmu?"

"Pemabuk.."

"Siapa tetamumu? "

"Pencuri."

"Siapa utusanmu?"

"Tukang sihir."

"Apa yang membuatmu gembira?"

"Bersumpah dengan cerai."

"Siapa kekasihmu? "

"Orang yang meninggalkan solat jumaat"

"Siapa manusia yang paling membahagiakanmu? "


"Orang yang meninggalkan solatnya dengan sengaja."

Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas


Rasulullah SAW lalu bersabda : "Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu. "

Iblis segera menimpali :" Tidak , tidak.. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir. Bagaimana kau boleh berbahagia dengan umatmu, sementara aku boleh masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak boleh melihatku.

Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang boleh membaca dan tidak boleh membaca, yang durjana dan yang soleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas."

"Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?"

"Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahawa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku boleh pastikan bahawa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku."

Iblis Dibantu oleh 70000 anak - anaknya

Tahukah kamu Muhammad, bahawa aku mempunyai 70000 anak.. Dan setiap anak memiliki 70000 syaitan.
Sebahagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebahagian untuk menggangu anak - anak muda, sebahagian untuk menganggu orang - orang tua, sebahagian untuk menggangu wanita - wanita tua, sebahagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada solat berjamaah. Tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu solat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia khabarkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaitan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

Syaitan juga berkata, "Keluarkan tanganmu", lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaitan pun menghiasi kukunya.
Mereka, anak - anakku selalu meyusup dan berubah dari satu tempat ke tempat lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.
Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.


Tahukah kamu, Muhammad? Bahawa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

Cara Iblis Menggoda

Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?

Akulah makhluk pertama yang berdusta.
Pendusta adalah sahabatku. Barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?

Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahawa aku benar-benar menasihatinya.
Sumpah dusta adalah kegemaranku.
Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan isterinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata - kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak - anak zina dan ia masuk neraka hanya kerana satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka lalai semasa solat. Setiap ia hendak berdiri untuk solat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan solat di luar waktu, maka solat itu dipukulkannya kemukanya.


Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia solat. Namun aku bisikkan ke telinganya 'lihat kiri dan kananmu',

Dia pun menoleh. Pada masa itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan 'solatmu tidak sah'.

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam solatnya akan dipukul.

Jika ia solat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Dia pun solat seperti ayam yang mematuk beras.

Jika dia berhasil mengalahkanku dan dia solat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga dia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahawa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keldai.

Jika dia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga dia menguap dalam solat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaitan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

Dan diapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan solat. Aku katakan padanya, 'kamu tidak wajib solat, solat hanya wajib untuk orang yang berkemampuan dan sihat. Orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau solat.'

Dia pun mati dalam kekafiran. Jika dia mati sambil meninggalkan solat maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.


Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?

10 Permintaan Iblis kepada Allah SWT

"Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?"

"10 macam"

"Apa saja?"

Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan.

Allah berfirman, "Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji syaitan kecuali tipuan." (QS Al-Isra :64)

Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.

Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan isterinya tanpa berlindung dengan Allah, maka syaitan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaitan.

Aku minta agar boleh ikut bersama dengan orang yang menaiki kenderaan bukan untuk tujuan yang halal.

Aku minta agar Allah menjadikan bilik mandi sebagai rumahku.

Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.

Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.

Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.

Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.

Allah berfirman, "Orang - orang boros adalah saudara - saudara syaitan. " (QS Al-Isra : 27)

Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku boleh melihat manusia sementara mereka tidak boleh melihatku.

Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.

Allah menjawab, "Silakan", aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebahagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata : "Wahai muhammad, aku tak boleh menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya boleh membisikan dan menggoda."

Jika aku boleh menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun.

Sebagaimana dirimu, kamu tidak boleh memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

Jika kau boleh memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.

Kau hanya boleh menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat : "Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT " (QS Hud :118 - 119)

Juga membaca, " Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku" (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata : " Wahai Rasul Allah takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tak berbohong."

Credit to rozisalehin.blogspot.com

Wednesday, June 20, 2012

Saya Perlu Taat Kepada Suami Atau Ibu?

AS SALAM... aku terbaca pagi tadi kat salah satu blog member untuk kita renung2kan dan jadikanlah ia iktibar supaya kebahagian rumahtangga kita kekal hingga ke akhir hayat kita...

Saya Perlu Taat Kepada Suami Atau Ibu?

Soalan:
Assalamualaikum!
Saya adalah seorang pelajar kursus sarjana di sebuah pusat pengajian tinggi di pantai timur. Saya juga adalah ibu kepada 3 orang anak..Kerana saya mengikuti pengajian sepenuh masa jauh di pantai timur.. saya membawa anak-anak saya bersama.. Tetapi saya mempunyai banyak masalah dengan pembantu rumah.. selama 1 tahun saya di sini, saya telah banyak kali bertukar pembantu rumah .. suami saya pula bekerja di kuala lumpur. Akhirnya saya mengambil keputusan untuk menginggalkan anak-anak saya di rumah persama dengan ibu saya.

Masalah saya ialah ibu saya seorang yang sangat dominan dan emosional. Ibu saya juga tidak sukakan suami saya. setiap kali suami saya ingin membawa anak-anak untuk tinggal di rumah sendiri selama 1 atau 2 hari.. ibu saya pasti akan bermasam muka dan tidak bertegur sapa. ibu saya juga tidak membenarkan anak-anak saya berjumpa dengan keluarga mertua saya.

Suami saya sangat tertekan dengan keadaan ini.. bayangkan setiap kali datang ke rumah untuk melihat anak-anak, ibu saya akan bermasam muka dan tidak mengendahkannya. keluarga saya pula sama-sama bersekongkol dengan ibu saya. Akhirnya suami saya meminta saya untuk pulang ke kuala lumpur dan tidak meneruskan lagi pengajian saya. tetapi saya telahpun membuat perjanjian pendidikan, dan sekiranya saya berhenti sekarang, saya perlu membayar balik biasiswa saya dalam satu jumlah yang banyak.

Saya kasihankan suami saya dan saya tahu dia tertekan, saya juga perlu menghabiskan pengajian saya yang hanya tinggal 6 bulan sahaja. saya tahu suami saya tentu tidak boleh bersabar dengan tekana emosi yang diberikan oleh ibu dan keluarga saya. Saya juga tidak boleh menegur ibu saya kerana dia pasti akan marah dan tidak bertegur sapa dengan saya selama beberapa hari.

Saya perlukan nasihat dan bantuan untuk menyelesaikan masalah saya.

Jawapan:

Waalaikumusalam Puan..terima kasih kerana bertanya. Saya memohon maaf kerana agak lambat membalas pertanyaan ini. Syukur kepada tuhan kerana kini dapat juga saya menjawab soalan ini. Bagaimanapun, sebelum saya menjawab, ketahui beberapa perkara ini dahulu:

Syurga suami di bawah tapak kaki ibu manakala syurga isteri di bawah tapak kaki suami!
Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawab kan terhadap 4 wanita ini: isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 org lelaki ini: suaminya,ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

Wanita perlu taat kepada suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapanya. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik peribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya untuk menyara isteri dan anak-anak (wajib).

Seorang lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala orang pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Subhanallah..jelaslah di sini puan sedang berjihad di jalan Allah. Jika lelaki perlu terbunuh untuk mati dalam jihad, wanita hanya perlu mentaati suami! Jadi apakah jawapan bagi persoalan di atas? Jawapannya tentulah puan perlu mentaati suami lebih daripada ibu sendiri! Sebelum membuat penilaian panjang fahami dahulu apa yang saya akan nyatakan.

Apabila sepasang suami isteri telah berkahwin, maka ibu bapa di antara keduanya adalah sama seperti ibu bapa kandung. Maksud saya ialah, walaupun ibu puan merupakan ibu mertua kepada suami, namun bagi suami, beliau perlu mentaati ibu puan sebagaimana beliau mentaati ibu kandungnya sendiri. Jadi tidak timbul masalah puan derhaka kepada ibu jika suami taat pada ibu. Kerana keutamaan puan adalah mentaati suami manakala suami perlu mentaati ibu puan. Allah telah menyatakan dengan jelas akan peringkat ketaatan yang perlu dipatuhi oleh setiap insan. Firman Allah:

“Hai orang-orang yang beriman! Taatlah kepada Allah, Rasul dan pemimpin di kalangan kamu.”
(An-Nisa’: 59)

Pemimpin bagi wanita ialah suaminya! Dalam situasi di atas, seandainya pendapat mereka bertentangan, puan perlu lihat yang mana lebih rasional permintaannya. Jika permintaan ibu puan hanya kerana beliau tidak sukakan suami puan, puan tidak boleh menurut kehendakknya sebaliknya perlu mengikut kehendak suami. Soal sifat ibu yang tidak boleh bertolak ansur itu adalah antara dirinya dengan Allah. Selagi suami tidak menderhakainya, tidak meninggikan suara atau tidak sesekali menyakiti hati ibu, itu sudah cukup untuk menggambarkan ketaatannya pada si ibu. Dalam keadaan ini jika puan mengikut kehendak ibu untuk mengabaikan suami, puan perlu memohon ampun dengan suami dan kembali kepadanya. Orang yang mengarahkan perkara mungkar meskipun ibu bapa sendiri, tetap perlu diingkari. Firman Allah:

“Tidak ada ketaatan pada makhluk dalam perkara maksiat kepada Allah.”
(Riwayat Ahmad dan al-Hakim)

Jika perkara itu berlaku, itu dosa mereka dengan Allah, sebaliknya tolaklah permintaan mereka dengan baik supaya kita tidak pula melakukan dosa dengan mereka. Puan tidak boleh membiarkan suami tertekan dengan keadaan ini, hiburkan hatinya, kembali kepadanya selagi dia tidak pernah meminta puan lakukan perkara yang mungkar.

Rasulullah s.a.w. bersabda yang maksudnya:
“Sebaik-baik isteri ialah yang dapat menyenangkan hati suaminya apabila engkau (suami) melihatnya dan apabila disuruh dia menurut perintahmu, dan dia dapat menjaga kehormatan dirinya dan hartamu ketika engkau tiada di rumah.”
(Riwayat Thabrani)

Rasulullah s.a.w. banyak mengingatkan kaum wanita tentang kelebihan menjadi isteri yang taat; antaranya melalui hadis yang bermaksud:

“Wanita apabila solat lima waktu, puasa sebulan Ramadan, memelihara kehormatannya dan taat akan suaminya, maka masuklah syurga dari mana-mana pintu yang dikehendakinya.”
(Riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Thabrani)

Sikap ibu yang tidak membenarkan anak-anak berjumpa dengan keluarga mertua itu tidak patut di turuti. Ia adalah perbuatan mungkar dan sangat bertentangan dengan syariat Allah. Perbuatan ini seolah-olah cuba untuk memutuskan tali silaturahim. Sabda Rasulullah:

” Silaturahmi itu tergantung di arasy lalu berkata : “Sesiapa yang menyambungku (silaturahmi) maka Allah akan menyambungnya dan siapa yang memutuskan ku maka Allah akan memutuskannya”
( Al-Bukhari 4/112 )

” Tidak masuk syurga sesiapa yang memutus silaturrahmi ”
( Al-Bukhari)

Jadi dalam soal ini puan tidak boleh menurut kehendak ibu puan. Jangan takut untuk menegakkan syariat Allah, mungkin puan akan berhadapan dengan sikap ibu yang kasar, marah, masam dan sebagainya, namun kita lebih khuatir jika Allah murka dan bencikan kita. Nauzubillah…cubalah gunakan cara yang terbaik untuk menolak kehendak ibu yang bertentangan dengan kehendak syarak. Semoga puan mendapat rahmat dan panduan dari yang maha kuasa.

Usah dikeluh ujian yang menimpa kerana di situ terletaknya jihad, syahid dan martabat yang tinggi di sisi Allah. Saya doakan semoga puan dapat mengharungi ujian dengan sempurna dan semoga keadaan kembali menjadi lebih baik dari masa ke semasa. Tiada cara lain untuk mengatasi masalah ini melainkan dengan mendekatkan hati ibu dan ahli keluarga kepada Allah. InsyaAllah dengan itu hati mereka akan menjadi lembut…

Credit pada mdsafkyo.blogspot.com

Tuesday, June 19, 2012

AYAH


Pengorbanan Ayah

Ayah, abi, walid, baba, abah, daddy, dan pelbagai lagi bentuk panggilan yang tidak asing lagi bagi mereka yang bergelar bapa. Bapa sebagai ketua keluarga,yang mempunyai tanggungjawab yang besar. Dia yang menanggung nafkah ahli keluarga dan yang memastikan keselamatan mereka terjamin..Memang wajar kita meraikan para bapa pada sepanjang masa. Dari segi realitinya, halangan masa dan geografi menyebabkan sesuatu perkara itu sukar untuk direalisasikan.

Sebagai anak-anak, raikanlah mereka sementara mereka masih ada. Raikan mereka dengan cara tersendiri. Yang dekat, luangkan masa bersama mereka manakala yang tidak dapat bersama mereka hubungilah mereka sebagai tanda yang walaupun jauh di mata tetapi sentiasa di hati.

Bagi golongan muda yang telah bergelar bapa mungkin Hari Bapa ini sesuai untuk mereka ini muhasabah diri. Tanya diri sejauh mana amanah yang diberikan mampu dilaksanakan seperti yang dituntut dan disyara’kan oleh islam.

Memberi nafkah adalah tugas utama seorang bapa. Ia bukanlah satu-satunya tanggungjawab seorang bapa saja malah mendidik anak-anak juga adalah tanggungjawab bapa dan bukanlah dibahu ibu semata-mata.ini jelas dibuktikan di dalam al-Quran.

Kisah mengenai bapa dengan anak yang disampaikan melalui al-Quran adalah cara Allah swt memberitahu kita tentang tuntutan islam. Di dalam Surah Luqman mengisahkan bagaimana seorang bapa yang bijaksana memberi didikan agama dan akhlak kepada anaknya. Menerusi ayat 13 hingga 19, Luqman menasihati anaknya agar tidak mempersetukukan Allah, berbuat baik dengan ibu bapa, tidak mentaati mereka dalam perkara-perkara mungkar tetapi tetap bergaul baik dengan mereka. Seterusnya ada juga disebutkan bahawa setiap perbuatan adalah di dalam pengetahuan Allah, mendirikan solat, menyuruh yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar, bersabar degan segala musibah yang menimpa, menjauhi diri dari sifat sombong dan bersederhana dalam segala hal.

Selain itujuga telah disebut di dalam Surah Hud menerusi ayat 42 hingga 45 diceritakan mengenai kisah Nabi Nuh yang mengajak anaknya menaiki bahtera. Malangnya anaknya angkuh dan enggan mengikut ayahnya. Namun, kasih sayang seorang ayah Nabi Nuh telah membuat percubaan terakhir untuk menyelamatkan anaknya dari seksaan azab Allah.baginda terus berdoa kepada Allah agar menyelamatkan anaknya. Tetapi takdir telah menentukan anak Nabi Nuh bukanlah ahlinya.

Menerusi ayat 102 Surah Al-Shaaffat, kisah nabi Ibrahim dan anaknya yang menunjukkan betapa beratnya hati seorang bapa mengorbankan anak yang disayangi. Berkata Ibrahim kepada anaknya,” wahai anakku, Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi aku akan menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu?” Jawab anaknya, “wahai ayahku, jalankanlah apa yang diperintahkan oleh . insyaallh ayah akan dapati aku dari orang-orang yang sabar”. Kita maklum dengan kesudahan cerita ini. Seorang nabi bertanya pandangan kepada anaknya. Bagaimana dengan kita?

Begitu juga dengan kisah Nabi Yaakub yang berdukacita dengan kematian anaknya, Yusuf menerusi ayat 84 dalan Surah Yusuf sehingga Nabi Yaakub di ceritakan “putih 2 belah matanya disebabkan ratap tangis dukacitanya, kerana ia orang yang memendamkan marahnya dalam hati. Walaupun kecewa dengan kecuaian anak-anaknya yang lain.

Hadith Rasullullah banyak mengajar kita tentang erti kebapaan. Sepertimana hadith yang bermaksud, “ Tiada pemberian yang lebih baik yang boleh di beri oleh seorang ayah kepada anaknya melainkan akhlak yang baik”. Ia mengingatkan kepada kita bahawa dalam materialistic ini, mendidik anak dengan akhlak yang baik adalah lebih bermakna dari pemberian hadiah walau sebesar dan semahal mana sekalipun harganya.

Dalam islam, bapa bukan hanya bertnaggungjawab terhadap nafkah anak-anak tetapi juga sahsiah mereka. Di sinilah pentingnya golongan bapa memberi didikan agama dan akhlak kepada anak-anknya. Tambahan pula, anak soleh yang mendoakan orang-orang tuanya adalah antara amalan terus kekal walaupun mereka telah meninggal dunia.

Semestinya seorang bapa perlu aktif dalam kehidupan anak sebagai satu tuntutan dalam islam. Dengan kehadiran seorang bapa sesungguhnya ia memberi kesan positif dalam pertumbuhan anak-anak mereka. Kajian menunjukan sekiranya seorang bapa terlibat dalam pendidikan anak-anaknya, anak itu lebih cenderung untuk mendapat A. sekiranya dari segi syakhsiah diri, bapa yang mengambil intimam terhadap anaknya, kesan menunjukkan kecenderungan untuk mengambil inisiatif dan mengawal diri sendiri kepada anak-anaknya.

Marilah kita renung bersama betapa besar impak seorang bapa dalam satu institusi kekeluargaan. Tiada seorang bapa pun di dunia ini tidak mahu meneriama doa dari anak soleh dan solehah… mampukah kita balas semua pengorbanan tersebut sekiranya di nilai pada sebuah harga??
 
Kredit pada hamizaluriah.blogspot.com

Friday, June 15, 2012

Israk Mikraj

Peristiwa Israk Mikraj Nabi Muhammad S.A.W. – 27 Rejab

1. Sebelum Israk dan Mikraj

Rasulullah S. A. W. mengalami pembedahan dada / perut, dilakukan oleh malaikat Jibrail dan Mika’il. Hati Baginda S. A. W.. dicuci dengan air zamzam, dibuang ketul hitam (‘alaqah) iaitu tempat syaitan membisikkan waswasnya. Kemudian dituangkan hikmat, ilmu, dan iman. ke dalam dada Rasulullah S. A. W. Setelah itu, dadanya dijahit dan dimeterikan dengan “khatimin nubuwwah”. Selesai pembedahan, didatangkan binatang bernama Buraq untuk ditunggangi oleh Rasulullah dalam perjalanan luar biasa yang dinamakan “Israk” itu.

2. Semasa Israk (Perjalanan dari Masjidil-Haram ke Masjidil-Aqsa):

Sepanjang perjalanan (israk) itu Rasulullah S. A. W. diiringi (ditemani) oleh malaikat Jibrail dan Israfil. Tiba di tempat-tempat tertentu (tempat-tempat yang mulia dan bersejarah), Rasulullah telah diarah oleh Jibrail supaya berhenti dan bersembahyang sebanyak dua rakaat. Antara tempat-tempat berkenaan ialah:

i. Negeri Thaibah (Madinah), tempat di mana Rasulullah akan melakukan hijrah. ii. Bukit Tursina, iaitu tempat Nabi Musa A. S. menerima wahyu daripada Allah; iii. Baitul-Laham (tempat Nabi ‘Isa A. S. dilahirkan);

Dalam perjalanan itu juga baginda Rasulullah S. A. W. menghadapi gangguan jin ‘Afrit dengan api jamung dan dapat menyasikan peristiwa-peristiwa simbolik yang amat ajaib. Antaranya :

- Kaum yang sedang bertanam dan terus menuai hasil tanaman mereka. apabila dituai, hasil (buah) yang baru keluar semula seolah-olah belum lagi dituai. Hal ini berlaku berulang-ulang. Rasulullah S. A. W. dibertahu oleh Jibrail : Itulah kaum yang berjihad “Fisabilillah” yang digandakan pahala kebajikan sebanyak 700 kali ganda bahkan sehingga gandaan yang lebih banyak.

- Tempat yang berbau harum. Rasulullah S. A. W. diberitahu oleh Jibrail : Itulah bau kubur Mayitah (tukang sisir rambut anak Fir’aun) bersama suaminya dan anak-anak-nya (termasuk bayi yang dapat bercakap untuk menguatkan iman ibunya) yang dibunuh oleh Fir’aun kerana tetapt teguh beriman kepada Allah (tak mahu mengakui Fir’aun sebagai Tuhan).

- Sekumpulan orang yang sedang memecahkan kepala mereka. Setiap kali dipecahkan, kepala mereka sembuh kembali, lalu dipecahkan pula. Demikian dilakukan berkali-kali. Jibrail memberitahu Rasulullah: Itulah orang-orang yang berat kepala mereka untuk sujud (sembahyang).

- Sekumpulan orang yang hanya menutup kemaluan mereka (qubul dan dubur) dengan secebis kain. Mereka dihalau seperti binatang ternakan. Mereka makan bara api dan batu dari neraka Jahannam. Kata Jibrail : Itulah orang-orang yang tidak mengeluarkan zakat harta mereka.

- Satu kaum, lelaki dan perempuan, yang memakan daging mentah yang busuk sedangkan daging masak ada di sisi mereka. Kata Jibrail: Itulah lelaki dan perempuan yang melakukan zina sedangkan lelaki dan perempuan itu masing-masing mempunyai isteri / suami.

- Lelaki yang berenang dalam sungai darah dan dilontarkan batu. Kata Jibrail: Itulah orang yang makan riba`.

- Lelaki yang menghimpun seberkas kayu dan dia tak terdaya memikulnya, tapi ditambah lagi kayu yang lain. Kata Jibrail: Itulah orang tak dapat menunaikan amanah tetapi masih menerima amanah yang lain.

- Satu kaum yang sedang menggunting lidah dan bibir mereka dengan penggunting besi berkali-kali. Setiap kali digunting, lidah dan bibir mereka kembali seperti biasa. Kata Jibrail: Itulah orang yang membuat fitnah dan mengatakan sesuatu yang dia sendiri tidak melakukannya.

- Kaum yang mencakar muka dan dada mereka dengan kuku tembaga mereka. Kata Jibrail: Itulah orang yang memakan daging manusia (mengumpat) dan menjatuhkan maruah (mencela, menghinakan) orang.

- Seekor lembu jantan yang besar keluar dari lubang yang sempit. Tak dapat dimasukinya semula lubang itu. Kata Jibrail: Itulah orang yang bercakap besar (Takabbur). Kemudian menyesal, tapi sudah terlambat.

- Seorang perempuan dengan dulang yang penuh dengan pelbagai perhiasan. Rasulullah tidak memperdulikannya. Kata Jibrail: Itulah dunia. Jika Rasulullah memberi perhatian kepadanya, nescaya umat Islam akan mengutamakan dunia daripada akhirat.

- Seorang perempuan tua duduk di tengah jalan dan menyuruh Rasulullah berhenti. Rasulullah S. A. W. tidak menghiraukannya. Kata Jibrail: Itulah orang yang mensesiakan umurnya sampai ke tua.

- Seorang perempuan bongkok tiga menahan Rasulullah untuk bertanyakan sesuatu. Kata Jibrail: Itulah gambaran umur dunia yang sangat tua dan menanti saat hari kiamat.

Setibanya di masjid Al-Aqsa, Rasulullah turun dari Buraq. Kemudian masuk ke dalam masjid dan mengimamkan sembahyang dua rakaat dengan segala anbia` dan mursalin menjadi makmum.

Rasulullah S. A. W. terasa dahaga, lalu dibawa Jibrail dua bejana yang berisi arak dan susu. Rasulullah memilih susu lalu diminumnya. Kata Jibrail: Baginda membuat pilhan yang betul. Jika arak itu dipilih, nescaya ramai umat baginda akan menjadi sesat.

3. Semasa Mikraj (Naik ke Hadhratul-Qudus Menemui Allah):

Didatangkan Mikraj (tangga) yang indah dari syurga. Rasulullah S. A. W. dan Jibrail naik ke atas tangga pertama lalu terangkat ke pintu langit dunia (pintu Hafzhah).

1. Langit Pertama: Rasulullah S. A. W. dan Jibrail masuk ke langit pertama, lalu berjumpa dengan Nabi Adam A. S. Kemudian dapat melihat orang-orang yang makan riba` dan harta anak yatim dan melihat orang berzina yang rupa dan kelakuan mereka sangat huduh dan buruk. Penzina lelaki bergantung pada susu penzina perempuan.

11. Langit Kedua: Nabi S. A. W. dan Jibrail naik tangga langit yang kedua, lalu masuk dan bertemu dengan Nabi ‘Isa A. S. dan Nabi Yahya A. S.

111. Langit Ketiga: Naik langit ketiga. Bertemu dengan Nabi Yusuf A. S.

1v. Langit Keempat: Naik tangga langit keempat. Bertemu dengan Nabi Idris A. S.

v. Langit Kelima: Naik tangga langit kelima. Bertemu dengan Nabi Harun A. S. yang dikelilingi oleh kaumnya Bani Israil.

v1. Langit Keenam: Naik tangga langit keenam. Bertemu dengan Nabi-Nabi. Seterusnya dengan Nabi Musa A. S. Rasulullah mengangkat kepala (disuruh oleh Jibrail) lalu dapat melihat umat baginda sendiri yang ramai, termasuk 70,000 orang yang masuk syurga tanpa hisab.

v11. Langit Ketujuh: Naik tangga langit ketujuh dan masuk langit ketujuh lalu bertemu dengan Nabi Ibrahim Khalilullah yang sedang bersandar di Baitul-Ma’mur dihadapi oleh beberapa kaumnya. Kepada Rasulullah S. A. W., Nabi Ibrahim A. S. bersabda, “Engkau akan berjumapa dengan Allah pada malam ini. Umatmu adalah akhir umat dan terlalu dha’if, maka berdoalah untuk umatmu. Suruhlah umatmu menanam tanaman syurga iaitu lah HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH”. Mengikut riwayat lain, Nabi Irahim A. S. bersabda, “Sampaikan salamku kepada umatmu dan beritahu mereka, syurga itu baik tanahnya, tawar airnya dan tanamannya ialah lima kalimah, iaitu: SUBHANALLAH, WAL-HAMDULILLAH, WA lah ILAHA ILLALLAH ALLAHU AKBAR dan WA lah HAULA WA lah QUWWATA ILLA BILLAHIL- ‘ALIYYIL-’AZHIM. Bagi orang yang membaca setiap kalimah ini akan ditanamkan sepohon pokok dalam syurga”. Setelah melihat beberpa peristiwa! lain yang ajaib. Rasulullah dan Jibrail masuk ke dalam Baitul-Makmur dan bersembahyang (Baitul-Makmur ini betul-betul di atas Baitullah di Mekah).

11x. Tangga Kelapan: Di sinilah disebut “al-Kursi” yang berbetulan dengan dahan pokok Sidratul-Muntaha. Rasulullah S. A. W. menyaksikan pelbagai keajaiban pada pokok itu: Sungai air yang tak berubah, sungai susu, sungai arak dan sungai madu lebah. Buah, daun-daun, batang dan dahannya berubah-ubah warna dan bertukar menjadi permata-permata yang indah. Unggas-unggas emas berterbangan. Semua keindahan itu tak terperi oleh manusia. Baginda Rasulullah S. A. W. dapat menyaksikan pula sungai Al-Kautsar yang terus masuk ke syurga. Seterusnya baginda masuk ke syurga dan melihat neraka berserta dengan Malik penunggunya.

1x. Tangga Kesembilan: Di sini berbetulan dengan pucuk pokok Sidratul-Muntaha. Rasulullah S. A. W. masuk di dalam nur dan naik ke Mustawa dan Sharirul-Aqlam. Lalu dapat melihat seorang lelaki yang ghaib di dalam nur ‘Arasy, iaitu lelaki di dunia yang lidahnya sering basah berzikir, hatinya tertumpu penuh kepada masjid dan tidak memaki ibu bapanya.

x. Rabbul-Arbab lalu dapat menyaksikan Allah S. W. T. dengan mata kepalanya, lantas sujud. Kemudian berlakulah dialog antara Allah dan Muhammad, Rasul-Nya:

Allah S. W. T : Ya Muhammad. Rasulullah : Labbaika. Allah S. W. T : Angkatlah kepalamu dan bermohonlah, Kami perkenankan. Rasulullah : Ya, Rabb. Engkau telah ambil Ibrahim sebagai Khalil dan Engkau berikan dia kerajaan yang besar. Engkau berkata-kata dengan Musa. Engkau berikan Dawud kerajaan yang besar dan dapat melembutkan besi. Engkau kurniakan kerajaan kepada Sulaiman yang tidak Engkau kurniakan kepada sesiapa pun dan memudahkan Sulaiman menguasai jin, manusia, syaitan dan angin. Engkau ajarkan ‘Isa Taurat dan Injil. Dengan izin-Mu, dia dapat menyembuhkan orang buta, orang sufaq dan menghidupkan orang mati. Engkau lindungi dia dan ibunya daripada syaitan. Allah S. W. T : aku ambilmu sebagai kekasih. Aku perkenankanmu sebagai penyampai berita gembira dan amaran kepada umatmu. Aku buka dadamu dan buangkan dosamu. Aku jadikan umatmu sebaik-baik umat. Aku beri keutamaan dan keistimewaan kepadamu pada hari qiamat. Aku kurniakan tujuh ayat (surah Al-Fatihah) yang tidak aku kurniakan kepada sesiapa sebelummu. Aku berikanmu ayat-ayat di akhir surah al-Baqarah sebagai suatu perbendaharaan di bawah ‘Arasy. Aku berikan habuan daripada kelebihan Islam, hijrah, sedekah dan amar makruf dan nahi munkar. Aku kurniakanmu panji-panji Liwa-ul-hamd, maka Adam dan semua yang lainnya di bawah panji-panjimu. Dan aku fardhukan atasmu dan umatmu lima puluh (waktu) sembahyang.

4. Selesai munajat, Rasulullah S. A. W. di bawa menemui Nabi Ibrahim A. S. kemudian Nabi Musa A. S. yang kemudiannya menyuruh Rasulullah S. A. W. merayu kepada Allah S. W. T agar diberi keringanan, mengurangkan jumlah waktu sembahyang itu. Selepas sembilan kali merayu, (setiap kali dikurangkan lima waktu), akhirnya Allah perkenan memfardhukan sembahyang lima waktu sehari semalam dengan mengekalkan nilainya sebanyak 50 waktu juga.

5. Selepas Mikraj

Rasulullah S. A. W. turun ke langit dunia semula. Seterusnya turun ke Baitul-Maqdis. Lalu menunggang Buraq perjalanan pulang ke Mekah pada malam yang sama. Dalam perjalanan ini baginda bertemu dengan beberapa peristiwa yang kemudiannya menjadi saksi (bukti) peristiwa Israk dan Mikraj yang amat ajaib itu (Daripada satu riwayat peristiwa itu berlaku pada malam Isnin, 27 Rejab, kira-kira 18 bulan sebelum hijrah). Wallahu’alam.

(Sumber : Kitab Jam’ul-Fawaa`id) Kesimpulannya, peristiwa Israk dan Mikraj bukan hanya sekadar sebuah kisah sejarah yang diceritakan kembali setiap kali 27 Rejab menjelang. Adalah lebih penting untuk kita menghayati pengajaran di sebalik peristiwa tersebut bagi meneladani perkara yang baik dan menjauhi perkara yang tidak baik. Peristiwa Israk dan Mikraj yang memperlihatkan pelbagai kejadian aneh yang penuh pengajaran seharusnya memberi keinsafan kepada kita agar sentiasa mengingati Allah dan takut kepada kekuasaan-Nya.

Seandainya peristiwa dalam Israk dan Mikraj ini dipelajari dan dihayati benar-benar kemungkinan manusia mampu mengelakkan dirinya daripada melakukan berbagai-bagai kejahatan. Kejadian Israk dan Mikraj juga adalah untuk menguji umat Islam (apakah percaya atau tidak dengan peristiwa tersebut). Orang-orang kafir di zaman Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam langsung tidak mempercayai, malahan memperolok-olokkan Nabi sebaik-baik Nabi bercerita kepada mereka.

Peristiwa Israk dan Mikraj itu merupakan ujian dan mukjizat yang membuktikan kudrat atau kekuasaan Allah Subhanahu Wataala. Allah Subhanahu Wataala telah menunjukkan bukti-bukti kekuasaan dan kebesaran-Nya kepada Baginda Sallallahu Alaihi Wasallam.

Mafhum Firman Allah S. W. T. : “Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsa yang telah kami berkati sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebahagian dari tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Surah Al-Israa’: Ayat 1). wallahua’lam..

SUMBER:

Monday, June 11, 2012

Kayuhan pagi Isnin

Hari ni sempat gak aku buat kayuhan santai...saje layan diri sorang2...nak kayuh Sabtu/Minggu sibuk je memanjang...maklumlah cuti sekolah...anak2 sibuk ajak gi sana...gi sini...cuti2 sekolah ni kita layan anak2 lah pulak...hak anak2 pun perlu kita tunaikan...nanti apa pulak kata dia orang...Pada para pembaca blog ni...aku harap semua terhibur dengan apa yang aku paparkan kat blog aku ni...lepas ni aku akan cuba paparkan cerita selain dari cite kayuhan...mungkin berkaitan ilmu2 dunia mahupun akhirat...bukan aku nak cakap aku ni pandai ke apa tetapi aku nak cuba buat suatu pembaharuan..mudah2an kita semua mendapat manfaat dan faedah daripada yang akan aku paparkan selepas ni..dan sekali lagi aku berharap pada semua pambaca blog ini akan terhibur dan terus terhibur..harap2 semua pambaca dapat bagi komen seandainya apa yg akan aku paparkan selepas ini tak menepati citarasa mereka...mungkin dengan komen2 ini aku akan dapat memperbaiki kelemahan2 kat blog ini...















oklah geng kita jumpa lain kali dengan cerita2 yang lebih menarik lagi ok...AS SALAM....

Wednesday, June 6, 2012

Pengorbanan Seorang Adik

Sebuah cerita yang boleh kita jadikan iktibar tentang betapa pentingnya kasih sayang sesama adik beradik...jom layan...

Pengorbanan Seorang Adik...

Saya cuma ada seorang adik.. umurnya tiga tahun lebih muda dari saya.. satu hari, utk mendapatkan saputangan yg menjadi keperluan anak gadis ketika itu, saya mengambil 50 sen dari poket seluar ayah..

Petang itu, pulang aje dari sekolah, ayah memanggil kami berdua… dia meminta saya dan adik saya berdiri di tepi dinding. saye menggeletar melihat rotan panjang sedepa di tangan ayah.
" Sapa ambil duit ayah ?" tanya ayah bagai singa lapar.
Saya langsung tak berdaya menentang renungan tajam mata ayah. Kedua2 kami membisu … cuma tunduk memandang lantai…
"Baik.. kalau tak mengaku.. dua2 ayah rotan." Sambung ayah sambil mengangkat tgn utk melepaskan pukulan sulungnye ke belakang saya…
Tiba2 adik menangkap tangan ayah lalu berkata .. "Saya yg ambil"
Belum sempat adik menarik nafas selepas mengungkapkan kata2 itu, hayunan dan balunan silih berganti menghentam tubuh adik.. Saye gamam, lidah kelu utk bersuara…
Walau perit menahan sakit, setitis pun air mata adik tak tumpah.
Setelah puas melihat adik terjelepok di lantai. Ayah merungut… "Kamu ni dah pandai mencuri dlm rumah.kat luar apetah lagi"
Mlm itu.. emak dan saya tak lepas2 mendakap adik… belakangnye yg berbirat dipenuhi calar balar cuba kami ubati. Namun adik cukup tabah.. setitis air matanya pun tidak tidak mengiringi kesakitannya yg mencucuk2.
Melihat keadaan itu, saya meraung sekuat hati, kesal dgn sikap saya yg takut berkata benar.. adik segera menutup mulut saya lalu berkata.. "jgn menangis kak.. semuanye dah berlalu" saya mengutuk diri sendiri kerna tak mampu membela adik..

Tahun silih berganti.. peristiwa adik di belasah kerana memperthnkan saya bagaikan baru smalam berlaku. Adik mendapat tawaran belajar di sekolah berasrama penuh.. dan saya pula ditawarkan menyambung pelajaran ke peringkat prauniversiti..
Mlm itu.. ayah duduk di bawah sinaran cahaya lampu minyak tanah bersama ibu di ruang tamu… saya terdengar ayah berkata.. " zah, kedua2 anak kita berjaya dlm pelajaran.. abang bangga sekali"
"Tapi.. apelah maknanya bang Quot; saya terdengar emak teresak2." "Dimana kite nak cari duit membiayai mereka?" ketika itulah adik keluar dari biliknya. Dia berdri di dpn ayah dan emak lalu berkata" Ayah, saya tak mahu ke sekolah lagi"
Perlahan2 ayah bangun …. Membetulkan ikatan kain pelikatnya.. merenung wajah wajah emak kemudian wajah adik dlm2…
PANG!!!!! … sebuah penampar hingap di pipi adik… seperti biasa.. yg mampu saya lakukan hanyalah menutup muka dan menangis.
"Kenapa kamu ni?.. tahu tak, kalau ayah terpaksa mengemis demi persekolahan kamu… ayah akan lakukan!"…
"Org laki kena bersekolah.. kalau tak .. dia tak dpt membawa keluarganya keluar dari kemiskinan..kakak perempuan…. Biarlah kakak yg berhenti sekolah" saya memujuk adik tatkala menyapu minyak pada pipinya yg bengkak.

Tiade sapa yg menyangka.. dinihari itu.. adik tiada di biliknya..dia membawa bersamanya beberapa helai baju lusuh yang dia ada.. di pangkin tempat melelapkan mata terdapat sehelai kertas yag tercatat;
....Kak,utk dpt peluang ke universiti bukannya senang. Saya cari kerja dan akan kirim wang buat kakak...
Apalagi yg saya tau selain meraung.. Ayah termenung.. Jelas menunjukkan yg dia cukup kecewa. Begitu juga emak.. yg menggunakan air mata utk memujuk ayah.

Pada usia 21 tahun, saya menamatkan pengajian dengan cemerlang hasil titik peluh ayah dan wang kiriman adik yg bekerja sebagai buruh kontrak di kuala Lumpur.
Suatu petang ketika berehat di asrama.. teman sebilik menerpa.. "Ade pemuda kg tunggu ko kat luar!"..
"Pemuda kampung?" bisik saya "Siapa?"
Tergesa2 saya keluar bilik. Dari jauh saya nampak adik berdiri dengan pakaian comotnya yg dipenuhi Lumpur dan simen. "Kenapa sebut org kampung.. Sebutlah adik yg datang"
Sambil tersenyum die menjawab "Akak lihatlah pakaian adik ni.. apa yg akan kwn2 kakak kata nanti kalo mereka tau saya adik kakak?"
Jantung saya terasa berhenti berdenyut mendengarkan jawapannye. Saya cukup tersentuh … tanpa sedar air mata mengalir di pipi….. saya kibas bebutir pasir dan serpihan simen pada pakaian adik..
Dalam suara antara dengar atau tak.. saya bersuara.. "Akak tak peduli apa org lain kata".
Dari kocek seluarnya adik keluarkan sepit rambut berbentuk kupu2.. dia mengenakan pada rambut saya sambil berkata … "Kak, saya tengok ramai gadis pakai mcm ni.. jd saya beli satu utk akak"…
Saya kaku… sepatah kata pun tak terucap.. saya rangkul adik dan dadanya dibasahi air mata saya yg tak dapat ditahan2...
Tamat semester saya pulang ke kg sementara menunggu konvokesyen . saya lihat tingkap dan dinding rumah bersih… tak seperti slalu…" Emak… tak yahla kerja teruk2 bersihkan umah sebab nak sambut saya balik"..
"Adik kamu yg bersihkan. Die pulang kelmarin… habis tangannya luka.." saya menerpa biliknya. Cantik senyum adik… kami berdakapan. "Sakit ke?" saya bertanye tatkala memeriksa luka pd tanganya..
"Tak… kak tau.. semasa bekerja sebgai buruh kontrak.. kerikil dan serpihan simen jatuh seperti hujan menimpa tubuh saya sepanjang masa.. kesakitan yg dirasa tak dapat menghentikan usaha saya utk bekerja keras.."
Apalagi…. Saya menangis sebak seperti slalu…

Saya berkahwin pad usia 27 tahun. Suami saya seorg usahawan menawarkan jawatan pengurus kpd adik..
"Kalau adik terima jawatan tu.. apa kata org lain?.." katanya.. "Adik tak da pelajaran.. biarlah adik bekerja dgn kelulusan yg adik ada .."
"Adik tak ke sekolah pun sebab akak" kata saya cuba memujuknya..
"Napa sebut kisah lama kak?" katanya ringkas…
Adik terus tinggal di kg dan bekerja sbgai petani setelah ayah tiada.. Pada majlis perkahwinannya dgn seorang gadis sekampung.. juruacara majlis bertanya..:
"Siapakah org yg anda paling saying..?".. spontan adik menjawab : " selain emak, kakak saya……" Katanya lantas menceritakan kisah yang langsung saya tak ingat ….
"Semasa kami sama2 bersekolah dulu.. Setiap hari kami berjalan kaki ke sekolah.. suatu ari tapak kasut saya tertanggal. Melihat saya hanya memakai sebelah kasut saja.. kakak membuka kasutnya dan memberikannya pd saya… dia berjalan dengan sebelah kasut.."
"Sampai dirumah, saya lihat kakinya berdarah sebab tertikam tunggul dan calar balar…"
"Sejak itulah saya berjanji pada diri sendiri. Saya akan lakukan apa saja demi kebahagian kakak saya.. saya berjanji akan menjaganye sampai bila2…"
Sebaik saja adik tamat bercerita.. saya meluru ke pelamin.. mendakap adik sungguh2 sambil meraung bagaikan di serang hysteria…
Kali ini saya hamburkan kasih saying yg di selang selikan air mata utk tatapan umum….. biar dunia tahu betapa kasihnya saya pd adik..